oleh

Conor McGregor Alami Cedera Otak ?

PENANEGERI, UFC – Banyak yang merasa bahwa penghentian yang dilakukan wasit Robert Byrd tentang pertarungan Conor McGregor dengan Floyd Mayweather beberapa waktu lalu (26 Agustus 2017) di Las Vegas agak terlalu dini, tapi jika apa yang dikatakan dokter benar, jelas itu menjadi hal yang tepat.

Memang McGregor masih berdiri setelah mendapat serangan tanpa balas dari Mayweather di ronde ke-10, sebuah serangan yang membuat petarung UFC tersebut terhuyung dan tidak bisa melawan. Namun, berdasarkan pendapat mantan dokter tinju Darragh O ‘Carroll, pertarungan itu dihentikan karena McGregor mulai menunjukkan tanda-tanda cedera otak traumatik ringan.

“Perhitungan Byrd (wasit) untuk menghentikan pertarungan kemungkinan tidak didasarkan pada tanda-tanda kelelahan, melainkan tanda-tanda cedera otak traumatis. Ataksia, atau pusing dan kehilangan keseimbangan, adalah salah satu ciri gegar otak, sejenis cedera otak traumatis ringan. Kelelahan dapat menyebabkan gerakan lamban, namun tidak menyebabkan ketidakseimbangan dan koordinasi yang buruk terlihat dari  McGregor di ronde ke-10. Dengan goyah, dalam trauma pugilistik, akan selalu terlihat akibat trauma kepala dan bukan sebagai kelelahan,” terangnya dilansir MMA Fighting, Sabtu (9/9).

Baca Juga  Conor McGregor Segera Kembali ke UFC

“Jika hal itu dibiarkan, maka hal yang lebih buruk bisa terjadi,” tambah O’Carroll.

Jelas hal itu menjadi perhatian serius bagi atlet manapun untuk mendengarnya, apalagi olahraga pertarungan bisa terus dipukul ke arah kepala. Dengan ensefalopati traumatik kronis (CTE) menjadi isu umum di kalangan petarung yang berhenti dari karir MMA yang terkenal pendek dan brutal, contoh ini dapat membuktikan bahwa kerusakan otak tidak bisa dihindari siapapun, bahkan yang terbaik dan paling cemerlang seperti Conor McGregor.

Seni bela diri campuran cukup muda sebagai olahraga utama untuk tidak memiliki sesuatu yang dekat dengan kumpulan data lengkap yang membuktikan betapa besar dampak CTR pada mantan petarung, dan beberapa penelitian telah dilakukan terhadap para petarung MMA sejauh ini.

Tapi ini jelas menimbulkan kegemparan besar di National Football League (NFL), dan bisa menjadi titik penekanan saat para petarung akhirnya memutuskan bahwa mereka memerlukan kesepakatan tawar-menawar kolektif dengan pihak UFC.

Hal tersebut tampak seperti tahun sekarang, jadi mungkin beberapa waktu kedepan akan ada bintang UFC yang mengalami sakit berkepanjangan.

Baca Juga  Conor McGregor Hadapi Finn Balor di WrestleMania

Mengenai hal itu, Dr O ‘Carroll menambahkan, “Tentu saja, itu bisa menjadi masalah fisik yang rumit. Perawatannya akan memakan waktu dan ini yang biasa terjadi jika petarung sudah tidak cukup kuat untuk melakukan hal-hal seperti biasanya,” jelasnya.

Komentar

Berita Terbaru