oleh

Cukur Rambut, Bocah Gimbal Dieng Minta Komputer Tablet dan Sapi Hidup

PENANEGERI, Dieng- Puncak Dieng Culture Festival 2017 hari Minggu kemarin berlangsung meriah. Acara ini merupakan adat tradisional yang dilangsungkan setiap setahun sekali, bertempat dataran tinggi Dieng.

Prosesi itu adalah ritual ruwatan cukur rambul bocah gembel (gimbal) yang berlokasi di Komplek Candi Arjuna.

Menariknya sejumlah Bocah Gimbal yang akan dicukur rambutnya sebagai upacara tradisonal, mengajukan beragam permintaan khusus sebelum rambutnya dicukur.

Ada Bocah Gimbal yang meminta “Buku Listrik”, juga ada Bocah Gimbal yang meminta seekor Sapi seberat 1 ton.

Uniknya permintaan ini harus dipenuhi oleh pihak panitia, karena sudah tradisi secara turun temurun di kawasan Dieng.

“Semua permintaan anak, harus dicukupi dulu sebelum dicukur. Karena kalau tidak dicukupi, sang anak bisa sakit lagi dan tumbuh rambut gembel lagi,”ujar Sumanto sesepuh Dieng yang memimpin ruwatan.

Selesai dijamasi atau rambut gimbalnya dicuci, anak-anak berambut Gimbal ini diusung ke depan Candi Arjuna, di lokasi tersebut satu persatu anak dicukur sambut gimbalnya. Satu persatu permintaan anak dituruti.

Baca Juga  Kawah Sileri Dieng Statusnya kini Normal (Level I)

Permintaanya pun beragam. Misalnya saja Sholehah bocah berusia 6 tahun putri dari Tunut ini minta “Buku Listrik dan sepeda warna ungu. Permintaan tersebut sempat membuat para penonton terdiam.

“Yang dimaksud Buku Listrik yaitu tablet,” kata pembawa acara disambut gelak tawa penonton.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo turut mencukur anak berambut gimbal saat acara puncak Dieng Culture Festival (DCF) 2017 di halaman Candi Arjuna, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (6/8). Ganjar memotong rambut gimbal anak bernama Naila Hasna Salsabila yang berusia 5,5 tahun.

Gubernur Ganjar berada di urutan kedua untuk mencukur anak berambut gimbal setelah didahului tetua adat Dieng yang mencukur Solehah (6,5 tahun). Sebelum dicukur rambut gimbalnya, Naila memiliki permintaan hadiah berupa sepeda ungu dan “buku listrik”. “Buku listrik” ini adalah Komputer Tablet.

Terdapat sembilan bocah dari berbagai daerah di Indonesia yang mengikuti ritual kirab, jamasan, dan pencukuran rambut gimbal alami mereka. Ada hal mistis terkait prosesi tersebut, yaitu rambut mereka akan tetap gimbal meski kerap dicukur oleh sejumlah pemangkas rambut jika tidak diawali prosesi adat.

Baca Juga  Letusan Kawah Sileri kagetkan Wisatawan Dieng saat Liburan

Hal itu sebagaimana terjadi pada Zafira Miraj Cintami yang berusia enam tahun. Rambutnya tetap gimbal meski dicukur di berbagai salon pangkas rambut. Zafira merupakan salah satu dari sembilan anak yang mengikuti prosesi pencukuran rambut gimbal.

Sebagai dimulai Ruwatan Cukur Anak Gimbal, maka acara dibuka dengan pawai anak Gimbal dimulai dari rumah sesepuh Desa Dieng Kulon Mbah Sumanto.

Sebanyak 9 anak diarak menggunakan Kereta Kuda. Dibarisan depan para sesepuh membawa berbagai sesaji dan permintaan anak berjalan kaki.setelah keliling kampung, anak dibawa ke Sumur dekat Komplek Candi Arjuna, kemudian dijamasi. Selain sesepuh, anak gimbal dijamasi atau dicuci rambut gimbalnya, oleh istri Gubernur Jateng Atikoh Ganjar Pranowo.

Gubernur Ganjar Pranowo menyambut baik acara tradisional ini, menurutnya dari tahun ke tahun terus mengalami kemajuan dalam mendongkrak sektor wisata di Jateng. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada para penonton yang sudah rela membeli paket wisata.

“Bisalah kira kira tahun depan bagi yang sudah aktif datang Dieng Culture Festival (DCF) 2017 diberikan bonus menjadi tamu undangan tahun depan,”ujar Ganjar disambut tepuk tangan sebelum mencukur salah satu bocah gimbal.

Baca Juga  Hendak ke Kawah Sileri Heli Basarnas Jatuh, Kru Tewas

Rambut gimbal Bocah Gimbal Dieng akan hilang dan tumbuh normal seperti anak pada umumnya jika dicukur lewat prosesi budaya sebagaimana yang dilakukan dalam Dieng Culture Festival. Prosesi pencukuran itu tidak boleh dilakukan sembarangan.

Anak berambut gimbal harus melalui prosesi kirab atau arak-arakan dari rumah tetua adat Dieng.

Selanjutnya, mereka harus mengikuti jamasan atau proses menyucikan badan mereka.

Setelah itu, rambut sang bocah akan dicukur setelah memperoleh hadiah sebagaimana permintaan mereka.

Hadiah itu harus dipenuhi sesuai permintaan anak gimbal. Rambut mereka diyakini akan kembali kusut bila tak dipenuhi kemauannya.

Berbagai permintaan anak berambut gimbal disediakan panitia Dieng Culture Festival 2017 dengan bervariasi barang seperti sepeda, boneka, komputer tablet, sapi dan kambing. (*)

Komentar

Berita Terbaru