oleh

Curi Ikan di Perairan Aceh, Nahkoda asal Rusia Dipenjara 4 Bulan

PENANEGERI, Sabang – Seorang warga Negara Rusia bernama Matveev Aleksandr dipenjara 4 bulan di Rumah Tahanan (Rutan) Kota Sabang, karena terbukti mencuri ikan di wilayah perairan Aceh beberapa waktu lalu.

Nahkoda Kapal FV STS-50 tersebut dipenjara karena tidak mampu membayar denda sebesar Rp 200 juta sesuai putusan Pengadilan Negeri setempat.

Matveev Aleksandr dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang, Rabu (8/8) sekitar pukul 08.00 WIB. Sebelumnya, yang bersangkutan telah beberapa kali menjalani sidang di pengadilan karena terbukti secara sah mencuri ikan di wilayah perairan Aceh.

Matveev Aleksandr ditangkap oleh TNI Angkatan Laut (KAL Simeulue) di perairan Sabang pada Jumat (6/4) lalu. Sebelum ditangkap, telah ada Purple Notice yang dikeluarkan oleh Interpol terkait dengan kegiatan illegal di laut Antartika yang dilakukan oleh kapal STS-50.

“Putusan Pengadilan Negeri Sabang tersebut telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) pada hari Rabu tanggal 08 Agustus 2018, karena terpidana dan juga Penuntut Umum Kejari Sabang telah menerima putusan itu setelah batas waktu pikir-pikir yang diberikan habis,” terang Kepala Kejari Sabang, Suhendra SH melalui Kasi Pidum Muhammad Rizza SH.

Baca Juga  Jaringan Sindikat Narkotika Internasional Dikendalikan Seorang Napi di Batam

Menyangkut barang bukti, sambung Rizza, berupa 1 unit kapal, peralatan kapal terdiri dari GPS, kemudi, alat komunikasi, alat navigasi, 150 alat tangkap bubu, jaring Gill Net dan beberapa lainnya diserahkan ke Bidang Pembinaan Kejari Sabang selaku bidang yang menangani barang rampasan.

“Sedangkan untuk ABK (Anak Buah Kapal) yang berjumlah 5 orang warga negara Rusia hari ini juga dilakukan tindakan keimigrasian berupa pendeportasian oleh pihak Imigrasi sabang dengan cara dipulangkan ke negaranya melalui Jakarta,” tandas Muhammad Rizza.

Komentar

Berita Terbaru