oleh

Datok Rantau Bintang Dilaporkan MP3 Terkait Penyimpangan ADD

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Masyarakat Perempuan Peduli Pembangunan (MP3) Desa Rantau Bintang, Keca­matan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang yang terdiri dari belasan ibu-ibu, mendatangi Kantor Ke­jak­saan Negeri (Kejari) Aceh Tamiang di Karang Baru, Senin (10/4).

Mereka membawa berkas laporan terkait dugaan tindak pidana penyelewengan Anggaran Dana Desa (ADD) Rantau Bintang tahun anggaran (TA) 2016 dan dana BUMK Rantau Bintang tahun 2014-2016. Aksi ini merupakan yang kedua, setelah sebelumnya, warga melaporkan kasus yang sama ke Kejari Aceh Tamiang pekan lalu.

Ramlah (45) perwakilan ibu-ibu Desa Rantau Bintang kepada Penanegeri.com, Selasa (11/4), usai melaporkan permasalahan ADD tersebut ke kejaksaan menyatakan, Laporan ini sebagai laporan lanjutan.

“Berdasarkan instruksi pemerintah melalui Kementerian Desa PDTT tentang keharusan bagi warga masyarakat untuk mengawasi jalannya dana desa serta melaporkan bila ada penyelewengan dalam pelaksanaannya,” ujar Ramlah.

Laporan kaum ibu-ibu ini diterima oleh Kasi Intel Kejari Aceh Tamiang, Muhammad Ilham, SH dengan harapan dapat mengusut pelak­sanaan proyek ADD di desa mereka yang dianggap menyimpang. Mayoritas warga Rantau Bintang juga menginginkan datuk penghulu Rantau Bintang, Edi Suryono mengundurkan diri.

Baca Juga  Cegah Kepunahan, 93 Tukik Penyu Hijau Dilepasliarkan di Pantai Pusong Cium

Para perempuan yang sambil membawa anaknya ini membeberkan sejumlah indikasi penyalahgunaan serta penyimpangan dana ADD/2016 Desa Ran­tau Bintang sebesar Rp 917 juta lebih yang dikelola oleh datuk penghulu (kades) dan perangkatnya tidak transparan.

Sedikitnya, ada Sembilan item pekerjaan yang menurut warga tidak sesuai, diantaranya dana pengadaan kebun desa Rp 45 juta, kegiatan pembinaan organisasi perempuan/PKK Rp 20 juta dan item lainnya yang disertai rincian pengeluaran diduga fiktif dan tidak singkron. Datuk Edi Suryono juga dituding telah menggelapkan uang ADD sekitar Rp 72 juta.

“Kami minta datuk beserta perangkatnya segera mengundurkan diri. Karena yang kami laporkan ini merupakan temuan dugaan korupsi ADD yang kedua,” tambah Ramlah yang didampingi Sarah (38) dan Sarbaini (38).

Warga Rantau Bintang ini menilai, Edi Suryono tidak amanah dalam menjalankan tugasnya dan tidak mampu mengelola dana ADD untuk mensejahterakan masyarakat, sehingga melanggar pakta integritas yang dibuat dan ditandatanganinya sendiri.

“Datuk juga diduga melakukan tindakan korupsi dengan mengakomodir perangkat desa atau bawahannya untuk melakukan tindakan melawan hukum,” tutur warga.

Baca Juga  Miliki Ganja, 5 Warga Karang Baru Diamankan Petugas

Lebih lanjut warga Rantau Bintang mengancam, apabila datuk Edi Suryono tidak lengser dari jabatannya, warga minta kepada Kajari Aceh Tamiang untuk dapat memproses secara hukum hingga tuntas berdasarkan laporan kasus penyimpangan ADD yang dibuat masyarakat Rantau Bintang.

“Karena laporan pertanggung jawaban (LPj) yang dibuat oleh Edi Suryono penuh dengan rekayasa atau fiktif. Sebab, tidak ada kesesuaian antara Lpj dengan realisasi dilapangan,” urai warga Rantau Bintang.

Kajari Aceh Tamiang, Irwinsyah, SH melalui Kasi Intel, Mu­ham­mad Ilham, SH mengata­kan, laporan warga Desa Rantau Bintang, Keca­matan Bandar Pusaka ini merupaan laporan kedua dengan persoalan yang sama/ADD, namun itemnya berbeda.

“Laporan yang pertama sedang tahap pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket). Sedangkan laporan yang baru ini akan kita pelajari dulu,” terangnya.

Datuk Penghulu Desa Rantau Bintang, Edi Suryono yang dihubungi awak media, Rabu (12/3) mengatakan, terkait laporan pelaksanaan ADD ke Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang itu merupakan hak masyarakatnya untuk melakukan koreksi dan evaluasi atas kinerja pimpinan mereka ditingkat kampung. Namun Edi membantah jika pelaksanaan program ADD/2016 Rantau Bintang dikatakan fiktif.

Baca Juga  Tak Ada Tempat, Ratusan Sepeda Motor Bekas Inventaris Datok Kehujanan dan Terjemur

“Kalau ada kekurangan ya wajar saja, tapi kalau kegiatannya dibilang fiktif itu tidak benar sama sekali, karena ada LPj dan realisasinya jelas,” sanggahnya.

Terkait polemik ADD tersebut, dia mengakui sejumlah perangkat desa Rantau Bintang juga sudah dipanggil oleh Kejaksaan dan dimintai keterangan. Pihaknya juga akan menjumpai camat Bandar Pusaka untuk bisa menjadi fasilitator penyelesaian dugaan kasus ADD tersebut.

“Kadus (kepala dusun) saya dan perangkat lainnya sudah dipanggil Jaksa. Saya belum, mungkin tidak lama lagi pasti dipanggil. Kita mau masalah ini bisa cepat selesai,” sebutnya.

Informasi diperoleh Penanegeri.com, Rabu (12/4) menyebutkan, seluruh warga Desa Rantau Bintang dikumpulkan dikantor camat untuk dikonfrontir pernyataannya setelah mereka melaporkan indikasi kasus ADD kepada Jaksa. Warga juga minta kepada camat, agar datuk penghulu (kades) Rantau Bintang, Edi Suryono segera dilengserkan.

Sementara itu, Camat Bandar Pusaka, Devi yang dihubungi wartawan, Rabu sore prihal protes warga Rantau Bintang hingga berujung membuat laporan ke Jaksa, tidak berhasil dihubungi. Ponselnya aktif, namun tidak mengangkat panggilan masuk. Saat ditanya melalui pesan singkat juga tidak memberi tanggapan.

Komentar

Berita Terbaru