oleh

Demi Keselamatan, Mengemudi di Jalan Raya Harus Konsentrasi Penuh

PENANEGERI, Lalu-lintas – Akhir-akhir ini warga masyarakat terutama para pengguna jalan banyak membahas tentang mendengarkan musik sembari mengemudi boleh atau tidak ?

Adapun menurut Pasal 106 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, berbunyi : Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

“Artinya tidak boleh melakukan kegiatan atau dipengaruhi oleh situasi yang dapat menurunkan tingkat konsentrasi,” kata Kepala Subdit Pembinaan dan Penegakkan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, kepada wartawan.

AKBP Budiyanto menyarankan, sebaiknya pengendara memanfaatkan fasilitas visual dan audio saat kondisi mobil atau kendaraan dalam kondisi berhenti, dan bukan sedang mengemudi.

Semuanya demi keselamatan berkendara dan berlalu-lintas.

“Yang merokok atau dengarkan musik belum ada yang kami tilang karena baru kami sosialisasikan sekarang ini. Jadi, boleh saja mendengarkan musik, tetapi ketika kendaraan sedang berhenti atau istirahat,” ujar AKBP Budiyanto.

Perihal mengemudi sambil merokok dan mendengarkan musik ini menjadi topik yang menarik dan juga menjadi bahasan para warga, serta banyak dibahas di media sosial.

Baca Juga  Emosi di Jalan Tol jadi Viral

“Saat saya on air ada yang bertanya, bagaimana merokok dan mendengarkan radio. Silakan masyarakat menilai kegiatan tersebut mengganggu konsentrasi atau tidak,” tandas Kasubdit Pembinaan dan Penegakkan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto. (*)

Komentar

Berita Terbaru