oleh

Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat Bahas Serangan Udara di Suriah

PENANEGERI, Internasional- Dalam sebuah pidato pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Sabtu (14 April 2018), Sekretaris Jenderal PBB António Guterres memperingatkan tentang krisis di Suriah yang kini “di luar kendali.”

Pertemuan itu diadakan menyusul serangan udara semalam yang terjadi malam Sabtu di Suriah yang diluncurkan oleh Amerika Serikat, dengan dukungan dari Prancis dan Inggris, yang menargetkan instalasi yang terhubung dengan kemampuan senjata kimia negara tersebut.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Jumat (13/4), Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan udara, yang merupakan tanggapan terhadap dugaan serangan kimia pekan lalu di kota Douma di Suriah.

Serangan dilaporkan terbatas pada tiga lokasi militer, tetapi Sekjen PBB Guterres menyatakan PBB tidak dapat memverifikasi informasi ini atau jika ada korban.

“Sebagai Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, adalah tugas saya untuk mengingatkan Negara Anggota bahwa ada kewajiban, terutama ketika berurusan dengan masalah perdamaian dan keamanan, untuk bertindak secara konsisten dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan dengan hukum internasional secara umum ,” kata Sekjen PBB kepada Dewan Keamanan, dalam pernyataan yang dikeluarkan setelah serangan udara.

Baca Juga  Perang di Suriah Berlangsung Lebih Lama daripada Perang Dunia II

Ketua PBB meminta 15 duta besar untuk bersatu dan menjalankan peran kolektif mereka dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

“Saya mendesak semua Negara Anggota untuk menahan diri dalam keadaan berbahaya ini dan untuk menghindari tindakan yang dapat meningkatkan masalah dan memperburuk penderitaan rakyat Suriah,” lanjutnya seperti dirilis oleh situs resmi PBB.

“Seperti yang saya lakukan kemarin, saya menekankan perlunya untuk menghindari situasi dari berputar di luar kendali.”
Sekjen PBB António Guterres menyebut krisis Suriah, sekarang di tahun kedelapan, “ancaman paling serius bagi perdamaian dan keamanan internasional.”

“Di Suriah, kami melihat konfrontasi dan perang proksi yang melibatkan beberapa tentara nasional, sejumlah kelompok oposisi bersenjata, banyak milisi nasional dan internasional, pejuang asing dari mana-mana di dunia, dan berbagai organisasi teroris,” katanya.

Sekretaris Jenderal PBB menegaskan kembali bahwa tidak ada solusi militer untuk krisis, hanya yang bersifat politis. (*)

 

Komentar

Berita Terbaru