oleh

Di Bireuen, Non Muhrim Dilarang Duduk Satu Meja di Warung dan Kafe

PENANEGERI, Bireuen – Guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan, Pemerintah Kabupaten Bireuen mengeluarkan surat edaran standardisasi warung kopi/kafe dan restoran sesuai syariat Islam.

Sementara aturan batas waktu bagi warung, kafe dan restoran seluruh Kabupaten Bireuen harus tutup pukul 24.00 WIB.

Standarisasi yang dikeluarkan tersebut, tercatat sejak tanggal 30 Agustus 2018, bahkan tertera 14 poin standarisasi yang ditandatangani Bupati Bireuen, H Saifannur.

Kepala Dinas Syariat Islam Bireuen, H Juliwan M. Ali yang dikonfirmasi Penanegeri.com, Rabu (5/9) membenarkan tentang adanya surat standarisasi itu. Menurut Jufliwan surat standarisasi telah dirumuskan baik untuk warung kopi, kafe dan restoran sesuai dengan Syariat Islam.

“Untuk surat edaran sendiri sebenarnya telah ada sejak setahun lalu. Sekarang saatnya kita buat standarisasi terhadap warkop, kafe dan restoran. Ini dilakukan untuk menegakkan Syarait Islam di Kabupaten Bireuen,” katanya.

Menurut Jufliwan, terkait poin bagi pramusaji (pelayan) wanita tidak dibenarkan bekerja  sampai pukul 21.00 WIB, dan dilarang melayani pelanggan wanita diatas pukul 21.00 WIB, kecuali bersama mahramnya.

Baca Juga  Alat Perekaman  E-KTP di Bireuen Banyak Yang Rusak

“Tujuannya untuk kepentingan wanita itu sendiri, melindungi mereka, menghindari wanita agar tidak berada di tempat tersebut hingga pukul 01.00 WIB. Karena bisa menimbulkan kesan kurang baik,” terangnya.

Bila wanita dan laki-laki duduk satu meja dan bukan mahramnya, kata Jufliwan tentu saja itu haram. Bahkan hal ini dilarang dalam agama, sebab tidak sesuai Syariat Islam.

Ketentuan ini, sambung Juliwan, berlaku bagi semua masyarakat Bireuen, tak terkecuali, siapapun Ia, kalau duduk bukan dengan mahramnya haram. Ini juga salah satu cara mengindari terjadinya perselingkuhan.

“Kalau wanita mau duduk di kafe, maka duduklah satu meja dengan sesama perempuan, bukan bercampur dengan laki-laki,” imbuhnya.

Standarisasi yang dibuat tersebut juga demi kenyamanan dan kemaslahatan masyarakat, dan pihaknya akan terus mengimbau serta  mendakwaan hal ini kepada seluruh pemilik, pengelola warkop, kafe juga restoran di Bireuen.

“Ketentuan ini akan terus kita upayakan dalam bentuk himbauan. Kita akan memberikan pemahaman secara pelan-pelan, nantinya semua bisa berjalan berdasarkan standarisasi yang telah dibuat sesuai Syariat Islam,” sebutnya.

Komentar

Berita Terbaru