oleh

Diduga, Saluran Pembuangan di Kuala Raja Bireuen Dibangun Tak Sesuai Juknis  

PENANEGERI, Bireuen – Sejumlah warga mempertanyakan pengerjaan saluran pembuangan Bireuen – Kuala Raja, kawasan Ujong Blang, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen.

Pasalnya, paket pembangunan saluran anggaran APBA 2018 senilai Rp 4,2 miliar yang dikerjakan PT Takabeya Perkasa Group itu diduga tidak sesuai gambar dan petunjuk teknis.

Paket saluran yang dilaksanakan sepanjang 1.500 kilometer tersebut diduga banyak yang tidak dibongkarnya bangunan drainase awal, dan langsung dilakukan pengecoran.

“Kan aneh, dinding untuk bantalan saluran dicor langsung ke pondasi dasar, tampa dibongkarnya bangunan lama, sehingga kesannya kurang kuat bangunanya,” ujar sejumlah warga yang enggan menyebut namanya kepada Penanegeri.com.

Menurut  mereka,  pelaksana di lapangan langsung menambahkan pondasi diatas tembok pembangunan dasar drainase awal, yaitu memasang cetak bangunan dan langsung dilakukan pengecoran.

Pengawas pelaksana lapangan pembangunan saluran Bireuen – Kuala Raja, Bireuen, Royan Suheymi yang ditemui di lokasi mengaku, pihaknya telah membongkar bangunan dasar drainase itu, sebelum dikerjakan bangunan baru.

“Kalau awalnya kita sudah lakukan pembongkaran, kemudian baru kita memasang batu dibagian didnding saluran,” tutur Royan Suheymi.

Disinggung ada beberapa titik bangunan yang diduga tidak dibongkar, Royan Suheymi menjelaskan, kalau dibeberapa titik areal memang dibangun pondasi, bila dibongkar, maka birem jalannya akan longsor dan imbasnya jalan aspalnya akan amblas lagi.

“Kalau bangunan dasarnya tetap kita bongkar. Tapi menggunakan bangunan pondasi awal. Selanjutnya baru kita memasang batu kali selanjutnya cor kembali,”  terangnya.

Direktur PT. Takabeya Perkasa Group, H. Mukhlis yang dikonfirmasi Penanegeri.com secara terpisah, Minggu (4/11) mengaku telah menerima keluhan tersebut.

Menurutnya, untuk pembangunan saluran tersebut harus tetap dikerjakan sesuai dengan RAB dan gambar, untuk pondasi dasar bangunan awal memang harus dibongkar.

“Bila ada pekerjaan dinding dasar drainase itu tidak dibongkar, maka pelaksana di lapangan harus tetap membongkarnya,” jelasnya.

Dikatakan Mukhlis, sebelum pekerjaan itu dilaksanakan, kita telah mewanti-wanti pelaksna di lapangan, agar paket pekerjaan saluran itu dikerjakan sesuai dengan gambarnya, tak boleh asal-asalan.

“Menindaklanjuti hal itu, saya sudah memerintahkan pelaksana lapangan untuk segera membongkar, dan melaksanakan sesuai dengan gambar, sehingga bagus,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru