oleh

Dijauhi Sesama Negara Arab, Qatar Kecewa

PENANEGERI, Desk Internasional – Kementerian luar negeri Qatar mengungkapkan kekecewaan mendalam atas keretakan diplomatik dengan negara-negara tetangganya. Terutama pemutusan hubungan diplomatik terthadap Qatar yang dilakukan tiga negara tetangga terdekat Qatar yakni : Kerajaan Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Kerajaan Bahrain.

Pernyataan berikut telah diposting secara online dalam bahasa Arab oleh kementerian luar negeri Qatar, Senin (5/6).

“Kementerian Luar Negeri Negara Bagian Qatar mengungkapkan kekecewaannya yang dalam dan mengejutkan atas keputusan Kerajaan Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Kerajaan Bahrain untuk menutup perbatasan dan wilayah udara mereka, dan memutuskan hubungan diplomatik dengan Negara  Qatar, mengingat bahwa tindakan ini tidak dapat dibenarkan dan didasarkan pada klaim dan asumsi yang salah.” tulis kementerian Luar negeri Qatar dalam situs resminya, Senin (5/6)

Kementerian Luar Negeri Qatar menekankan bahwa tindakan ini tidak akan mempengaruhi jalan hidup warga dan warga Qatar yang normal. Pemerintah Qatar akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk memastikan hal ini dan mencegah upaya untuk mempengaruhi dan membahayakan masyarakat dan ekonomi Qatar.

Baca Juga  Turki  Tolak Tuntutan untuk Menutup Pangkalan Militernya di Qatar

Akhirnya, Kementerian Luar Negeri Qatar mengungkapkan kekecewaannya bahwa ketiga negara yakni Kerajaan Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Kerajaan Bahrain telah menutup perbatasan, pada saat kritis untuk wilayah ini, bahwa tidak ada ancaman yang lebih besar terhadap orang-orang mereka yang memerlukan perhatian mereka, dan malah memutuskan untuk menargetkan dan membahayakan Negara Qatar.

Sementara itu Mevlut Cavusoglu, menteri luar negeri Turki, juga menyerukan dialog untuk menyelesaikan perselisihan tersebut.

“Kami melihat Stabilitas di kawasan Teluk sebagai kesatuan dan solidaritas kita sendiri, “kata Cavusoglu kepada wartawan.

“Negara tentu saja memiliki beberapa masalah, namun dialog harus berlanjut dalam segala situasi agar masalah dapat diselesaikan dengan damai. Kami sedih dengan gambaran situasi saat ini dan akan memberikan dukungan untuk normalisasinya.” ujarnya

Sedangkan pejabat senior Iran mengatakan tindakan negara-negara Arab tidak akan membantu mengakhiri krisis di Timur Tengah.

“Era pemutusan hubungan diplomatik dan penutupan perbatasan,  bukan cara untuk menyelesaikan krisis … Seperti yang saya katakan sebelumnya, agresi dan pendudukan tidak akan menghasilkan apapun kecuali ketidakstabilan, ” tulis Hamid Aboutalebi, wakil kepala staf Presiden Iran Hassan Rouhani, dalam tweet-nya.

Baca Juga  Qatar Takkan Menyerah

Skandal mengenai perselisihan antara Qatar dan negara-negara Arab Teluk meningkat setelah sebuah berita baru-baru ini dari kantor berita Qatar yang dikelola negara Qatar.

Setelah komentar yang telah diretas dikaitkan dengan emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, yang disiarkan di Qatar.

Pemerintah Qatar telah membantah komentar tersebut, di mana pemimpin negara  Qatar disebutkan menyatakan dukungannya untuk Iran, Hamas, Hizbullah dan Israel.  Al Thani dalam berita yang dikatakan Qatar telah diretas itu dilaporkan memuji Iran sebagai “kekuatan Islam” dan mengkritik kebijakan Presiden AS Donald Trump terhadap Teheran.

Qatar membantah adanya berita komentar tersebut, dan menyebutkan adanya peretasan.

“Ada hukum internasional yang mengatur kejahatan semacam itu, terutama serangan cyber. [Peretas] akan dituntut sesuai undang-undang,” tukas Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menteri luar negeri Qatar, menegaskan bantahannya. (*)

Komentar

Berita Terbaru