oleh

Dikaji, Wacana Ibu Kota RI pindah dari Jakarta ke Palangkaraya

PENANEGERI, Jakarta- Sejarah negeri ini pernah mencatat bahwa Presiden RI Pertama, Ir. Soekarno  pada era tahun 1950-an lalu, telah mewacanakan pemindahan pusat kegiatan Pemerintahan RI ke Palangkaraya.

Ir. Sukarno pada jaman dulu kala  telah memperhitungkan bahwa  perlu alternatif pemindahan kegiatan pemerintahan pusat dari Jakarta ke Palangkaraya dalam pertimbangan demografis, sosial dan ekonomi.

Tentu pemikiran Ir. Sukarno seorang pemimpin negara sekaligus juga insinyur ini, sangat jauh ke depan dalam menjangkau visi untuk kemakmuran Indonesia.

Kini wacana rencana Pemindahan Ibu Kota juga dicetuskna kembali di era Presiden  Ir. Joko Widodo saat menghadiri puncak Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang diselenggarakan di Palangka Raya, akhir tahun 2016 lalu.

Bahkan, Presiden Ir. Joko Widodo juga sudah memberikan instruksi kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas untuk mengkaji rencana itu.

“Iya (ada keseriusan memindahkan Ibu Kota), coba tanya Bappenas sudah sejauh mana (kajiannya),” ujar Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki di Kantor Koordinator Perekonomian, Jakarta,  (7/4).

Menurut Teten Masduki, wacana pemindahan Ibu Kota ke Palangkaraya sudah diperbincangkan di Istana. Hanya saja masih sebatas pembicaraan informal.

Baca Juga  Rencana Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan

“Sudah diwacanakan Presiden tetapi tentu kan mesti dibahas oleh Bappenas,” ucap Teten.

Memangapi wacana pemikiran pemindahan Ibu Kota RI dari Jakarta ke Palangkaraya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Republik Indonesia masih melakukan pengkajian terkait rencana pemindahan ibu kota negara ke luar Pulau Jawa.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan Presiden Joko Widodo telah meminta Menteri PPN/Bappenas untuk melakukan kajian-kajian teknis pada rencana memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

“Kita perlu kajian-kajian itu, dan Bapak Presiden sangat serius untuk mempertimbangkannya,”ujar Bambang saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional Kalimantan Tengah 2017 di Palangkaraya,( 6/4).

Dalam kaitan wacana ini masih sebatas kajian, dan belum sepenuhnya kongkret.

Namun demikian, wacana ini juga membuktikan jika pemikiran visioner Ir. Sukarno selaku negarawan terhadap Wawasan Nusantara sangat jauh ke depan menembus batasan jamannya sendiri. Karena buktinya, kini visi itu dikaji kembali.

Dalam wacana itu, meskipun ibu kota pemerintahan dipindahkan dari Jakarta, namun demikian Jakarta tetap akan berfungsi sebagai Megapolitan pusat bisnis di Indonesia.  (*)

Komentar

Berita Terbaru