oleh

Dinas SI Langsa Cambuk 10 Pelanggar Syariat Islam

-Aceh-25 views

PENANEGERI, Langsa – Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah (DSIPD) Kota Langsa, mengeksekusi cambuk terhadap 10 pelaku pelanggar syariat Islam, Jumat (19/10) di Lapangan Merdeka Langsa.

Amatan Penanegeri.com dilapangan, sekitar pukul 16.00 WIB, masyarakat terlihat sudah mulai berkumpul untuk menyaksikan eksekusi cambuk.

Kepala DSIPD setempat, Drs. H. Ibrahim Latif, MM mengatakan, sepuluh pelanggar syariat Islam yang dieksekusi hukum cambuk adalah hasil penggerebekan petugas Wilayatul Hisbah (WH) bersama polisi Polres Langsa beberapa waktu yang lalu di wilayah hukum Kota Langsa.

Dijelaaskannya, mereka di cambuk, berdasarkan putusan Mahkamah Syariah Langsa Nomor: 10/ JN/ 2018/ MS. Lgs tanggal 18 Oktober 2018. Dari 10 orang yang dicambuk, empat orang adalah sebagai penyelenggara/penyedia tempat yaitu Andika (23) warga Gampong (desa) Blang Seunibong, Juanda (20) warga Gampong Blang, Irwansyah bin M. Rasyid (30) warga Gampong Teungoh, semua masuk dalam wilayah Kecamatan Langsa Kota dan Reza Ariandi (19) warga Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur.

Keempatnya dikenai Pasal 20 Qanun Aceh Nomor : 6/2014 tentang hukum jinayat yaitu menyelenggarakan, menyediakan fasilitas, dan atau membiayai jarimah maisir, mereka dicambuk masing masing sebanyak 25 kali cambuk setelah dipotong masa tahanan.

Baca Juga  Jelang Hari Kemerdekaan, Warga asal Bandung Berjualan Bendera Merah Putih di Langsa

Sementara, enam orang lainnya adalah sebagai pemain atau pelaku maisir yaitu Dedi Syahputra (40), Mustafa (31), keduanya warga Gampong Blang Seunibong Kecamatan Langsa Kota. Iskandar (44) warga Gampong Meurandeh Kecamatan Langsa Lama, Yusaini (38) warga Desa Seuneubok Baro, kecamatan Manyak Payed Aceh Tamiang, Mujiburrahman (27) warga Gampong Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro dan Muhammad Muda (25) warga Gampong Paya Bujuk Teungoh, Kecamatan Langsa Barat.

Keenamnya melanggar Pasal 18 Qanun Aceh Nomor : 6/2014 tentang hukum jinayat yaitu melakukan perbuatan maisir (perjudian) di cambuk masing masing 10 kali, setelah dipotong masa tahanan.

“Kita berharap kepada yang di cambuk dapat bertaubat, menjadi pelajaran dan i’tibar dan semoga tidak terulang kembali untuk masa masa yang akan datang. Begitu juga kepada masyarakat luas khususnya Kota Langsa, semoga dapat menjadi pelajaran agar kedepan tidak ada lagi yang dihukum cambuk karena melanggar syariat Islam,” tutupnya.

Komentar

Berita Terbaru