oleh

Dinkes Tamiang Sidak Depot Air Minum Isi Ulang

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Lima orang petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Tamiang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap usaha depot air minum yang dilaporkan tidak miliki izin operasi di Desa Suka Ramai 1, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, Rabu (29/3). Petugas kesehatan tersebut juga mengambil sampel air guna diuji di laboratorium milik Dinkes setempat.

Depot air minum isi ulang milik Gunawan yang beroperasi di Desa Suka Ramai 1 tidak memiliki izin. Padahal sentral air konsumsi masyarakat di Suka Ramai tersebut telah beroperasi lama. Setelah petugas mengecek depot air minum, ada sejumlah item yang harus mereka benahi termasuk air dari perselangan untuk mengisi ke galon. Demikian ungkap Kepala Dinkes Aceh Tamiang, dr Muhammad Nur Fajri melalui Kasi Promosi Kesehatan (Prokes), T Syaril kepada Penanegeri.com di kantornya.

“Kami juga menemukan sejumlah jerigen yang sudah berlumut. Kita menyarankan jerigen diganti dan jangan dipakai lagi,” ungkapnya.

Syaril menambahkan, Dinkes Aceh Tamiang sudah beberapa kali meminta kepada pengusaha air minum isi ulang tersebut untuk segera mengurus izin, namun tidak pernah di indahkan. Dari depot air minum disana, petugas Dinkes Atam terdiri tiga orang dan Puskesmas Seruway dua orang ini juga telah mengambil sampel air untuk diuji ke laboratorium.

Baca Juga  Terbukti Miliki Sabu, Warga Kota Lintang Diciduk Petugas

“Kita sudah ambil sampel air, hasilnya besok baru bisa diketahui,” tambahnya.

Menurut Syaril, depot air minum yang telah tiga tahun beroperasi tersebut belum mengantongi izin depot, antara lain izin Higiene dan izin Laborasil. Namun demikian Dinkes Aceh Tamiang melalui petugas Puskesmas setempat tetap melakukan pengecekan secara berkala.

“Seharusnya sebelum depot beroperasi mendistribusikan air ke konsumen wajib mengurus dua izin tersebut ke Dinkes setempat. Saat ini izinnya sudah gratis tanpa dipungut biaya,” jelas T Syaril yang mengaku saat Sidak kelapangan didampingi dua orang stafnya dari bagian Lab, Endang dan Kamaria.

Pihak Dinkes menyarankan agar usaha depot ditutup sementara untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan, sebelum pengusaha depot mengurus izinnya.

“Namun jika mereka tetap membandel beroperasi itu bukan menjadi wewenang Dinkes lagi tapi sudah masuk keranah hukum,” himbaunya.

Ditempat terpisah, Gunawan pemilik depot di Desa Sukarmai 1, kepada Penanegeri.com membenarkan petugas dari Dinkes Aceh Tamiang datang memeriksa depotnya dan pulang membawa sample air. Dia juga mengakui selama ini usaha air minumnya belum memiliki izin resmi dari instansi terkait. Namun begitu, depotnya selau dicek olah petugas Puskesmas minimal tiga bulan sekali.

Baca Juga  Tingkatkan PAD, Camat Aceh Tamiang Kunker ke Gorontalo

“Iya kita belum urus izin karena mahal. Saya berani beroperasi karena biasanya ada pengecekan rutin,” ujarnya mengakui.

Pasca di Sidak oleh petugas, Gunawan menyatakan segera mengurus izin sesuai saran dan himbauan dari Dinkes agar depotnya tetap beroperasi.

“Tidak ada tutup, saya tetap boleh beroperasi oleh petugas Dinkes sambil menunggu mengurus izin,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru