oleh

Ditabrak Mobil Tersangka Sabu, Segala Kerusakan RM Nagana Ditanggung BNN

-Aceh-20 views

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Paska tertabraknya rumah makan (RM) Nagana oleh pengemudi Honda Jazz tersangka pemilik Sabu 30 kg yang berusaha melarikan diri dari kejaran petugas BNN RI, Minggu (5/11) kemarin mengakibatkan rumah makan yang telah dirintis selama puluhan tahun itu porak poranda dibagian depan.

Selain bangunan, steling kaca yang biasa digunakan untuk meletakkan menu makanan, meja, kursi, piring dan peralatan pecah belah hancur berserakan. Saat ini RM Nagana sudah diberi garis BNN untuk sterilisasi.

Pemiliki RM Nagana, Azhar (45) warga Desa Seunebok Baru, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang kepada Penanegeri.com, Minggu (5/11) sore mengungkapkan, segala kerusakan yang terjadi di rumah makan miliknya akan ditanggung oleh pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.

“Semua barang yang ada didepan hancur. Semua rincian kerusakan sudah saya serahkan sama datok penghulu (kades). Namun, semua kerugian itu akan ditanggung BNN RI, hari ini saya sudah dikasih uang muka Rp 5 juta dan sisanya akan ditransfer melalui rekening saya,” bebernya.

Sabu

Menurut Azhar, jika ditotal kerugian materil dari rumah makan yang ditabrak tersebut sekitar Rp 70 juta. Akibat kejadian itu pihaknya terpaksa tidak bisa berjualan selama seminggu kedepan, sebab, dia harus menempah steling dan memperbaiki warungnya.

Diakui Azhar, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Beruntung, saat mobil sabu menabrak depan rumahnya yang kemudian terjungkal kedalam parit sedalam 3 meter disebelah rumahnya itu, Azhar bersama istri dan tiga anaknya sedang tidur dibelakang. Rencanaya semua barang yang ringsek akan dijual kiloan kepada agen butut.

Dijelaskan, kejadian itu sekitar pukul 02.30 WIB saat dia dan keluarganya sedang tertidur pulas. Pihaknya mendengar benturan keras dan mengira sedang ada gempa.

“Saya terbangun seperti orang linglung, saya pikir ada gempa atau rumah saya telah ditabrak lari, saya pun sudah pasrah. Ternyata ada mobil yang tertinggal dan orangnya sudah lari,” terangnya.

“Saya pun heran, tak kama kemudian tiba-tiba datang rombongan petugas yang mengaku dari BNN memeriksa mobil. Disitu saya baru sadar mobil itu rupanya membawa sabu-sabu 30 kg,” tambah Azhar.

Sabu

Informasi diperoleh Penanegeri.com menyebutkan, mobil Honda Jazz yang dikendarai dua orang pembawa sabu 30 kg tersebut baru bisa dievakuasi pada pukul 06.00 WIB dengan cara ditarik menggunakan dump truk selama tiga jam dibawah pengawalan aparat kepolisian. Dua orang pelaku yang diduga terlibat jaringan narkoba internasional tersebut kabur sebelum petugas BNN tiba. Namun satu orang pelaku pengemudi mobil Honda Jazz diketahui berinisial AB alias Bebidol (25) berhasil dibekuk petugas disebuah rumah warga Desa Bukit Panjang II.

“Pelaku keluar dari persembunyian ingin mengemas HP di rumah Thamrin warga Desa Bukit Panjang II. Pelaku mengaku telah dirampok, warga yang curiga langsung menghubungi polisi,” ujar Samsul warga sekitar.

Dua petugas BNN yang ada di lokasi kepada Penanegeri.com menyatakan berjanji segera mengganti segala kerugian yang ditimbulkan dari serangkaian pengejaran bandar sabu tersebut.

“BNN akan tanggung semua. Ini sedang diurus sama pemilik rumah,” ujarnya.

Saat memberi keterangan keduanya tidak mau namanya publikasi, tapi mereka menyatakan, dalam pengejaran tadi malam satu orang telah ditangkap. Pelaku diduga dari jaringan Malaysia yang sudah diintai lama. Awalnya sabu-sabu diambil dari kawasan pesisir Aceh Tamiang, Sungai Iyu, kemudian dibawa pelaku ke arah Kota Langsa.

“Mereka sudah kita buntuti sejak dari Tugu Upah, kemudian melaju ke arah Langsa dan ketangkap disini setelah mobilnya masuk ke jurang,” pungkas petugas BNN itu.

Komentar

Berita Terbaru