oleh

Ditetapkan Sebagai Tersangka, 9 Warga Aceh Tamiang Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Berdasarkan investigasi tim gabungan Polda Aceh dan Polres Aceh Tamiang, maka ditetapkan 9 warga Aceh Tamiang sebagai tersangka dengan dugaan sebagai pelaku pengrusakan dan pembakaran fasilitas negara berupa Mapolsek Bendahara.

“Sesuai dengan Pasal 170 dan 187 KUHP, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara dan selanjutnya akan meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan,” demikian siaran pers yang disampaikan Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Zulhir Destrian melalui Kasat Reskrim, Iptu Dimas Adhit Putranto, SIK, kepada Penanegeri.com, Rabu (7/11).

Dijelaskannya, dari hasil olah TKP dan identifikasi terhadap beredarnya video pengrusakan dan pembakaran fasilitas Polsek Bendahara, tim gabungan investigasi Polda Aceh dan Polres Aceh Tamiang telah mengidentifikasikan beberapa orang yang diduga sebagai pelaku pengrusakan dan pembakaran.

Selanjutnya, tim gabungan Dit Reskrimum Polda Aceh dan Sat Reskrim Polres Aceh Tamiang melakukan pemanggilan terhadap 15 warga yang terindentifikasi berdasarkan hasil rekaman video yang beredar untuk bisa hadir di Mapolres Aceh Tamiang, guna dilakukan pemeriksaan sebagai saksi dugaan adanya tindak pidana pengrusakan dan pembakaran fasilitas negara berupa Mapolsek Bendahara.

Baca Juga  Polsek Bendahara Dibakar Warga Setempat

Lanjutnya, jadwal pemanggilan dan pemeriksaan terhadap 15 orang warga Kecamatan Banda Mulia dan Kecamatan Bendahara dilakukan sejak, tanggal 3 hingga 6 November 2018, yang selanjutnya dilakukan proses pemeriksaan terhadap dugaan terjadinya tindak pidana pengrusakan dan pembakaran Mapolsek Bendahara.

Dimana, dari 15 orang saksi yang diminta untuk hadir, hanya 14 orang yang datang secara koperatif dengan didampingi Datok masing-masing.

“Satu orang yang belum dan berhalangan hadir dikarenakan bekerja di Batam dan saat kejadian yang bersangkutan sedang mengambil cuti kerja, selain itu berdasarkan keterangan saksi-saksi dan identifikasi bahwa yang tidak hadir itu hanya sekedar menonton,” ujarnya.

Sementara itu, dari ke 14 saksi yang diperiksa itu, dapat disimpulkan 9 orang yang melakukan pengrusakan dan pembakaran Mapolsek Bendahara dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Ke 9 orang itu adalah JI (38), AN (38), SL (46), SL (46), ZI (32), IN (36), MD (26), IN (35), dan RI (30) merupakan warga yang berdomisili di Kecamatan Bendahara dan Kecamatan Bandamulia,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terhadap saksi-saksi dan tersangka bahwa pelaku melakukan aksi pengrusakan dan pembakaran Polsek Bendahara secara spontan dikarenakan terpancing emosi.

Baca Juga  Polres Aceh Tamiang Terima Satu Pucuk Senpi M 16 dari Warga

“Untuk oknum personel Polsek Bendahara telah dilakukan proses penegakan hukum oleh Dit Reskrimum dan Bid Propam Polda Aceh dan sampai saat ini masih dalam proses hukum pidana serta koode etik di Polda Aceh,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru