oleh

DPD Muhammadiyah Bireuen Layangkan Surat Hak Jawab untuk Media Online 

PENANEGERI, Bireuen – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Muhammadiyah Kabupaten Bireuen telah melayangkan surat hak jawab ke pimpinan redaksi media online, terkait dugaan pencemaran nama baik terhadap organisasi tersebut.

Menurut Kuasa Hukum, DPD Muhammadiyah Kabupaten Bireuen, Muhammad Ari Syahputra, SH dari Kantor Hukum MHD. ARI SYAHPUTRA & PARTNERS kepada Penanegeri.com, Rabu (31/10) menyebutkan, tanggal 29 September 2018 media online Lintas Nasional.com memuat berita berjudul “Begini kronologis pemukulan imam salat di Samalanga oleh sejumlah massa Muhammadiyah”.

Dalam berita itu disebutkan insiden pemukulan terhadap imam shalat, Tgk. Muttaqin, di Meunasah Gampong Sangso, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Jumat 28 September 2018 lalu menjelang shalat maghrib.

Dikatakan Ari Syahputra, dalam pemberitaan tersebut ada mengutip keterangan dari Keuchik Afifuddin (Keuchik Sangso) yang mengatakan, pemukulan terhadap Tgk. Muttaqin Imam shalat maghrib di Meunasah Sangso, Samalanga, Bireuen dilakukan oleh sejumlah oknum dari organisasi Muhammadiyah.

Di bagian tambahnya, Tiba-tiba dihampiri oleh salah seorang yang berinisial Zul dari organisasi Muhammadiyah, menarik Tgk. Mustaqim dan memukulinya sehingga harus dilarikan ke Puskesmas setempat, kata Keuchik Afifuddin seperti tulis di Lintas Nasional.com.

“Pemberitaan tersebut sangat tidak berimbang dan telah mencemari nama baik organisasi Muhammadiyah. Karena itu, pihaknya perlu menyampaikan tanggapan melalui hak jawab untuk dimuat di media tersebut. Ini sebagaimana ketentuan dalam pasal 1 ayat 11 UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers,” pintanya.

Dalam Hak Jawab tersebut, sebut Ari, berisi beberapa poin klarifikasi dari DPD Muhammadiyah Kabupaten Bireuen.

Dalam hal ini, pimpinan Muhammadiyah Bireuen telah meneliti tentang kebenaran dan keakuratan berita itu dengan seksama melalui Pimpinan Cabang Muhammdiyah Kecamatan Samalanga. Termasuk telah memeriksa keanggotaan Zul sebagaimana yang diberitakan Lintas Nasional.com.

“Ternyata, saudara Zul bukanlah pengurus Muhammadiyah serta tidak terdaftar sebagai anggota Muhammadiyah, sehingga tidak dapat dikatakan sebagai oknum dari organisasi Muhammadiyah,” terang Ari Syahputra.

Poin lainya ditegaskan, yang melakukan penganiayaan/pemukulan imam shalat bukanlah dari kelompok organisasi Muhammadiyah, dan Muhammadiyah sendiri sama sekali tidak mengetahui serta tidak terlibat dalam kasus penganiayaan/pemukulan tersebut sebagaimana diberitakan.

Ditegaskannya, pimpinan Muhammadiyah Bireuen sangat menyesali, menyayangkan terhadap pemberitaan di media online tersebut. Pemberitaannya tidak berimbang, serta memojokkan dan mencemarkan nama baik organisasi Muhammadiyah.

“Sedangkan surat hak jawab Nomor : 85/MAS/HJM/X/2018 tanggal 27 Oktober 2018 tersebut, juga ditembuskan kepada Ketua Dewan Pers di Jakarta, Kapolres Bireuen, ketua organisasi wartawan dan sejumlah wartawan di Kabupaten Bireuen,” sebutnya.

Komentar

Berita Terbaru