oleh

Dua Warga Dilapor Polisi Terkait Pencemaran Nama Baik Organisasi Muhammadiyah

PENANEGERI, Bireuen – Diduga telah mencemarkan nama baik organisasi Muhammadiyah melalui media sosial Facebook, serta pemberitaan dibeberapa media online, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Muhammadiyah Kabupaten Bireuen membuat laporan ke Polres setempat.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Muhammadiyah Kabupaten Bireuen, dr. Athaillah A. Latif, Sp.OG dan pengurus lainnya didampingi kuasa hukum Muhammad Ari Syahputra, SH melalui siaran persnya kepada Penanegeri.com, Sabtu (20/10) mengatakan, pihaknya melapor YS dan AF.

“Kedua warga ini telah mencemarkan nama baik organisasi Muhammadiyah melalui media sosial dan media online. Perbuatan mereka ini menimbulkan kebencian masyarakat terhadap organisasi Muhammadiyah, serta menimbulkan sebuah ancaman yang berisiko bagi anggota dan amal usaha Muhammadiyah Bireuen,” beber Athaillah A. Latif.

Kuasa hukum DPD Muhammadiyah Bireuen, Muhammad Ari Syahputra, SH menjelaskan, dalam hal ini terlapor YS,  28 September 2018 lalu telah mencemari nama baik kliennya melalui status facebook.

“Apa yang dilakukan pemilik akun Facebook atas nama YS ini dengan judul “Hingga berujung kepada pengeroyokan Tgk Imum Desa Sangso saat mau shalat magrib, oleh se-kelompok orang, yang diduga kelompok organisasi Muhammadiyah”, terangnya.

Lalu terlapor AF dalam pernyataannya di Media Online tanggal 28 September 2018 pemukulan terhadap, Tgk Mustakim imam shalat Maghrib di Meunasah Sangso, Samalanga, Bireuen dilakukan oleh oknum dari organisasi Muhammadiyah.

Perbuatan ini, kata  Muhammad Ari Syahputra, melanggar hukum dengan Pasal 27 ayat 3 UU No 11 tahun 2008 tentang ITE.

Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik

“Ini jelas-jelas merupakan perbuatan yang merugikan Muhammadiyah dengan mencemarkan nama baik Organisasi Muhammadiyah,” ujarnya.

Diakui kuasa hukum Muhammad Ari Syahputra, terlapor YS dan AF terlalu cepat mengambil kesimpulan tentang siapa pelaku pemukulan terhadap imam shalat tersebut.

Keduanya juga tanpa mengkroscek kebenaran dari fakta yang ada dilapangan, siapakah pelakunya. Apakah anggota Muhammadiyah atau memang masyarakat biasa yang hendak salat di Mesjid Sangso.

“Kasus ini telah kami serahkan ke pihak kepolisian, dan dapat memanggil sesegera mungkin terlapor untuk diproses hukum,” pintanya.

Komentar

Berita Terbaru