oleh

Dua Warga Palestina Tewas Terbunuh di Jalur Gaza

PENANEGERI, Internasional- Dua warga Palestina tewas di Jalur Gaza pada hari Selasa, (12/12).  Pihak berwenang di wilayah yang dikuasai Hamas tersebut menyalahkan serangan Israel, namun pihak militer Israel segera menolak klaim tudingan tersebut.

Kejadian tersebut terjadi di dekat perbatasan utara Gaza dengan Israel, pada awalnya tidak jelas.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina Ashraf Al-Qudra mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa kedua orang tersebut tewas “di Beit Lahia di utara Gaza setelah sebuah serangan Israel menargetkan sebuah sepeda motor.”

Tentara Israel segera menyangkal hal ini, dengan mengatakan dalam sebuah pernyataan “bertentangan dengan laporan Palestina sebelumnya hari ini, tentara tersebut tidak menyerang di Jalur Gaza utara.”

Dua orang yang tewas tersebut diidentifikasi sebagai Hussein Ghazi Nasrallah dan Mustafa Al-Sultan, keduanya berusia 20-an.

Anggota keluarga di rumah sakit dimana jenazah tersebut diambil, ,mengatakan kepada Kantor Berita AFP, kedua pria tersebut adalah anggota Jihad Islam (Islamic Jihad), sebuah kelompok militan yang bertempur bersama Hamas dalam perang terakhir melawan Israel pada tahun 2014.

Baca Juga  Pemuda Palestina Tewas Ditembak Militer Israel

Kejadian tewasnya dua orang tersebut terjadi di tengah ketegangan antara orang-orang Palestina dan pasukan Israel setelah pengumuman Presiden AS Donald Trump bahwa dia akan memindahkan Kedubes AS ke Israel ke Yerusalem dan mengakui kota tersebut sebagai ibu kota Israel.

Empat warga Gaza, termasuk dua militan Hamas, telah tewas sejak pengumuman Rabu lalu. Dua tewas dalam bentrokan, sementara dua lainnya tewas dalam serangan udara Israel sebagai tanggapan atas tembakan roket dari Gaza.

Sementara itu, protes di Timur Tengah berlanjut atas keputusan Trump.

Kantor berita Palestina WAFA mengatakan kedua pemuda Palestina tersebut tewas pada sebuah sepeda motor di dekat kota Beit Lahya di Jalur Gaza utara.

“Orang-orang itu tewas seketika sementara puluhan orang yang lewat juga terluka akibat ledakan tersebut,” lapor Kantor Berita WAFA.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita AFP pada hari Selasa (12/12) yang tidak menyebutkan tentang serangan Israel, Kelompok Jihad Islam mengidentifikasi orang-orang yang tewas tersebut sebagai Hussein Ghazi Nasrallah, 25, dan Mustafa al-Sultan, 29, dan mengatakan bahwa mereka adalah bagian engineering unit kelompok tersebut.

Baca Juga  UNRWA Berjanji untuk Terus Melanjutkan Pekerjaannya

Insiden tersebut terjadi di tengah demonstrasi yang sedang berlangsung di Tepi Barat yang diduduki, menduduki Yerusalem Timur dan mengepung Gaza atas pengakuan Presiden AS Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pada hari Jumat, beberapa waktu, lalu empat warga Palestina di Gaza tewas akibat serangan udara Israel, dan 25 orang lainnya cedera.

Pada bulan Oktober, tujuh orang Palestina terbunuh setelah pasukan Israel menghancurkan terowongan di daerah selatan gaza strip tersebut.

Sejak 2008, Israel telah meluncurkan tiga serangan di Jalur Gaza.

Serangan yang terbaru, diberi kode bernama Operation Protective Edge, berlangsung pada musim panas 2014 dan mengakibatkan kematian lebih dari 2.200 orang Palestina.

Sedangkan enam puluh enam tentara Israel dan tujuh warga sipil non-kombatan Israel terbunuh pada periode yang sama. (*)

Komentar

Berita Terbaru