oleh

Duta UNICEF David Beckham Berbagi Kegembiraan bersama Sri Pundati

PENANEGERI, Internasional – Duta Kehormatan UNICEF David Beckham terlihat sedang berbagi tawa dengan Sri Pundati atau biasa disapa Sripun oleh teman-temannya, ketika David Beckham menyempatkan diri berkunjung ke rumah Sripun.

Sri Pundati atau akrab dipangil Sripun ini merupakan siswi  agen perubahan untuk melawan bullying.

Kepada David, Sripun menceritakan  bagaimana dirinya mampu melawan situasi bullying yang terjadi pada dirinya, dengan  memilih untuk fokus dengan saling memberikan dukungan kepada orang lain yang juga mengalami masalah yang sama.

Guna membantu United Nations Children’s Fund (UNICEF) menangani bullying di Indonesia – David Beckham telah mengunjungi Indonesia untuk bertemu dengan Sri Pundati yang juga siswi SMP Negeri 17 di Semarang.

“Saya menghabiskan waktu dengan seorang gadis muda yang luar biasa, Sripun, yang dipilih oleh rekan-rekannya untuk mengambil bagian dalam program anti-bullying untuk membantu menghentikan kekerasan di sekolah,” kata David Beckham yang merupakan UNICEF Goodwill Ambassador, setelah perjalanannya untuk melihat bagaimana kiprah yayasan The 7: The David Beckham UNICEF Fund mendukung sekolah-sekolah di Indonesia.

Sri Pundati, siswi SMP berusia 15 tahun itu memberi tahu kepada David Beckham bagaimana dia menjadi agen perubahan di sekolahnya untuk mencegah bullying, dan berbagi kisahnya di Instagram David Beckham.

“Dia seorang pembuat perubahan dan sekarang membantu menciptakan lingkungan belajar yang positif bagi siswa lain untuk merasa aman,” katanya. “Ini telah meningkatkan rasa percaya dirinya dan dia berharap murid lain tidak akan mengalami pengalaman bullying yang sama seperti yang dia alami,” papar David Beckham seperti diberitakan oleh situs resmi PBB, hari Rabu (28/3).

Yayasan ‘The 7: The David Beckham UNICEF Fund’ telah mendukung program-program UNICEF di Indonesia, El Salvador, Nepal dan Uganda untuk membantu anak-anak memecahkan hambatan dan membuka potensi luar biasa mereka.

Yayasan ini menangani bullying, kekerasan, pernikahan anak dan pendidikan yang gagal – memastikan anak-anak, terutama perempuan, mendapatkan kesempatan untuk menyadari potensi mereka yang sebenarnya.

Aksi kekerasan dan intimidasi atau bullying (perundungan) terhadap teman sebaya adalah salah satu tantangan utama yang dihadapi kaum muda di Indonesia, di mana lebih dari satu dari lima anak berusia 13-15 tahun pernah merasakan di-bully atau dirundung,juga, -seperti dikutip dalam situs resmi PBB-, satu dari tiga anak lainnya pernah paling tidak mengalami diserang secara fisik di sekolah. Hal ini bisa menimbulkan risiko kesehatan mental yang buruk di antara anak-anak dan prospek masa depan mereka.

Yayasan the 7: The David Beckham UNICEF Fund juga mendukung program yang memberdayakan pemuda untuk berbicara ketika mereka mengalami atau menyaksikan kekerasan.

David Beckham melihat langsung bagaimana sekolah di Indonesia mengambil pendekatan yang berfokus pada siswa dengan melibatkan tidak hanya mereka yang telah di-bully atau dirundung, tetapi anak-anak yang sebelumnya telah merundung anak yang lain.

Dengan pendekatan ini, kelompok yang dinominasikan rekannya dilatih bagaimana menghadapi tindakan bullying (perundungan), dan diajarkan bagaimana menciptakan lingkungan yang positif.

Pada saat yang sama, guru belajar bagaimana menggunakan disiplin positif sehingga ruang kelas tetap bebas dari kekerasan.

David Beckham mengetahui bahwa 7.000 anak telah mendapat manfaat dari program pencegahan perundungan  di Indonesia, dengan program percontohan awal menunjukkan hampir 30 persen pengurangan bullying (perundungan).

“Saya merasa sangat bangga melihat bagaimana yayasan 7 UNICEF saya menangani bullying dan kekerasan di sekolah-sekolah di Indonesia, dan pada akhirnya menjaga anak-anak, terutama perempuan, aman di sekolah mereka sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan dan harapan untuk masa depan yang lebih baik” pungkas  Duta Kehormatan UNICEF, David Beckham. (*)

Komentar

Berita Terbaru