oleh

Eks Direktur Nindya Karya Dipanggil KPK Soal Korupsi Dermaga Sabang

PENANEGERI, Jakarta – Mantan Direktur Keuangan PT Nindya Karya Edy Sularso dipanggil penyidik KPK guna dimintai keterangan sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi pembangunan dermaga Sabang dengan tersangka PT Nindya Karya.
“Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka PT Nindya Karya,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (28/6).

Selain itu, KPK juga memanggil mantan Direktur Operasi I Nindya Karya, Erijanto dan mantan Direktur Operasi II Nindya Karya Supriyanto sebagai saksi. Nama Erijanto terdaftar sebagai salah satu Dewan Direksi di PT Nindya Karya, sebagaimana tertera di situs perusahaan.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Nindya Karya, yang merupakan BUMN, dan PT Tuah Sejati sebagai tersangka dugaan korupsi pembangun dermaga Sabang. Nindya Karya merupakan BUMN pertama yang ditetapkan KPK sebagai tersangka korupsi korporasi.

Kedua korporasi itu terjerat kasus dugaan korupsi pembangunan dermaga bongkar pada kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang 2006-2011. Kedua korporasi itu diduga diperkaya dalam proyek tersebut hingga menyebabkan kerugian negara Rp 313 miliar.

Baca Juga  KPK Segera Tetapkan Tersangka Baru kasus Pembelian Helikopter AW-101

Penyimpangan yang dilakukan yaitu penunjukan langsung Nindya Sejati Joint Operation sebagai pelaksana pembangunan, rekayasa penyusunan HPS (harga perkiraan sendiri) dan penggelembungan harga, serta adanya kesalahan prosedur. Diduga laba yang diterima PT Nindya Karya sebesar Rp 44,68 miliar, sedangkan PT Tuah Sejati sebesar Rp 49,9 miliar.  (*/dtc)

Komentar

Berita Terbaru