oleh

Emmanuel Macron Menangi Pemilihan Presiden Prancis

PENANEGERI, Desk Internasional- Dalam Pemilihan Presiden Prancis yang berlangsung hari Minggu (7/5), Emmanuel Macron berhasil mengalahkan Marine Le Pen dengan jumlah suara sebesar 66,06% melawan 33,94%, demikian menurut hasil final perhitungan suara yang telah dilakukan kementerian dalam negeri Prancis minggu malam (7/5).

Macron mengalahkan Marine Le Pen di babak final pemilihan presiden Prancis, dengan menguasai 66 persen suara.

Kementerian dalam negeri Prancis telah menghitung 99 persen dari 47 juta suara terdaftar terdaftar di negara itu.

Maka, Emmanuel Macron telah menjadi presiden termuda dari Republik Prancis pada usia 39 tahun.

Emmanuel Macron adalah mantan Menteri Keuangan mantan Presiden Francois Hollande, sebelum berhenti untuk mencalonkan diri sebagai presiden.

Macron mengatakan kepada kantor berita AFP, “Sebuah halaman baru dalam sejarah kita berubah malam ini”, yang ia inginkan untuk menjadi “harapan dan kepercayaan yang bisa pulih”.

Macron berjanji untuk mempersatukan Perancis yang terbagi dan terpecah akibat pemilu presiden ini.

Menangapi kekalahannya, Marine Le Pen dengan cepat mengakui kekalahan.

Baca Juga  Mbappe : Saya Bukan Penyelamat Prancis

Marine Le Pen mengatakan pada hari Minggu bahwa partai Front Nasional akan benar-benar dirombak setelah Emmanuel Macron mengalahkannya dalam pemilihan presiden Prancis.

Juga akan “mengubah” gerakan sayap kanan membuka kemungkinan bahwa partai tersebut dapat diperluas dan diganti namanya dalam upaya untuk meningkatkan peluang pemilihannya. Itu adalah langkah besar dalam upaya normalisasi politik Le Pen.

“Front Nasional … harus terus memperbarui dirinya sendiri agar dapat mencapai kesempatan bersejarah dan memenuhi harapan orang-orang Prancis,” kata Le Pen dalam sebuah pidato singkat kepada para pendukung sesaat setelah kekalahannya.

“Saya akan mengusulkan untuk memulai transformasi gerakan kita yang dalam ini untuk menciptakan kekuatan politik baru,” tambahnya.

Seperti diketahi Marine Le Pen mendapat rekor 7,6 juta suara di putaran pertama pemilihan lalu. Ini adalah hasil terkuat yang pernah ada untuk kandidat sayap kanan.

Atas Kemenangan Macron menjadi pemimpin Prancis ini sejumlah kepala negara mengucapkan selamat.

Kanselir Jerman Angela Merkel telah mengucapkan selamat dan Macron mengatakan bahwa dia berencana untuk segera mengunjungi Berlin.

Baca Juga  Evra Resmi Merumput di Ligue 1 Prancis

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga men-tweet ucapan selamatnya atas “kemenangan besar” Macron, dengan mengatakan bahwa dia berharap bisa bekerja sama dengannya.

Merayakan kemenangan Macron, ribuan orang pendukungnya memenuhi halaman besar Museum Louvre setelah penghitungan suara ditutup pada hari Minggu malam, saling berpelukan dan meneriakkan “Macron Président!” (*)

 

Komentar

Berita Terbaru