oleh

Empat Orang Pelaku Pengeroyokan Polisi Ditangkap di Serang

PENANEGERI, Serang – Sebanyak empat orang pelaku pengeroyokan terhadap Bripka Tri Widiarto seorang anggota polisi di Serang, telah ditangkap.

Polisi juga  meminta anggota LSM lainnya yang mengeroyok anggota Polsek Cikande itu menyerahkan diri.

Sudah ada 4 pelaku yang diamankan yaitu MS, MT, HD, dan KL.

“Yang lain masih kita cari, kita minta kepada pelaku segera menyerahkan diri,” kata Kapolsek Cikande Kompol Kosasih, Serang, Banten, Kamis (13/9/2018).

Ada kurang lebih 10 orang anggota LSM tersebut menurutnya yang melakukan pengeroyokan pada anggotanya yakni Bripka Tri Widiarto.

Anggotanya saat itu pada Rabu (12/9) dini hari ingin melerai pengeroyokan yang dilakukan anggota LSM tersebut kepada salah satu penjaga wisma.

Pengeroyokan bermula dari salah satu anggota LSM yang tak terima diminta membayar kamar saat ingin bermalam dengan seorang wanita. Karena ditolak, ia kemudian memanggil rekannya untuk mengeroyok penjaga wisma.

Ia menambahkan, LSM yang mengaku sebagai pendekar Banten tersebut memang sering meresahkan warga. Sudah ada 3 laporan kepolisian kepada pihaknya mengenai sepak terjang LSM ini.

“LSM Lapbas memang meresahkan. Sudah ada laporan mengenai LSM ini sebanyak 3 kali,” katanya.

Keempat pelaku yang ditangkap, saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian. Pelaku diancam pasal 170 jo pasal 351 KUHP dengan ancaman pidana minimal 5 tahun kurungan.

“Yang 4 sudah kita jadikan tersangka pengeroyokan,” katanya.
Anggota Polsek Cikande jajaran Polres Serang Bripka Tri Widianto menjadi sasaran amuk massa yang diduga kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Akibatnya, Panit Lantas Polsek Cikande itu menderita luka di sekujur tubuh.

Aksi pengeroyokan yang menimpa anggota Korps Bhayangkara ini terjadi di Wisma Cariti, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Rabu (12/9/2018) pukul 01.00 WIB.

Berawal dari seorang pria yang merupakan anggota LSM datang ke Wisma Cariti dengan membawa seorang wanita untuk memesan kamar. Petugas resepsionismeminta pria itu untuk membayar sewa kamar terlebih dahulu, namun pelaku tidak mau membayar. Karena tidak mau bayar, petugas resepsionis menolak untuk memberikan kunci kamar.

Penolakan itu membuat pelaku mengamuk dan menganiaya petugas resepsionis. Kejadian penganiayaan itu sempat dilerai oleh petugas satpam. Usai dilerai, pelaku yang belum diketahui identitasnya itu kemudian menghubungi kelompoknya.

Beberapa saat kemudian, sekelompok orang dengan membawa atribut LSM Laskar Pendekar Banten Sejati (LAPBAS) Banten datang ke Wisma Cariti dan langsung mengobrak-abrik kursi wisma.

Bripka Tri W yang mendapat laporan adanya keributan mendatangitempat kejadian perkara (TKP) Wisma Cariti untuk meredam keributan.

Namun, entah siapa yang memprovokasi, petugas polisi ini malah menjadi sasaran kebrutalan.

Aksi pengeroyokan terhadap personel polisi ini terekam CCTV di lokasi, terlihat sebanyak tujuh pelaku tampak tidak memberi kesempatan seketika menyerang korban.

Tak hanya tendangan dan pukulan, dalam tayangan CCTV, para pelaku menghajar korban menggunakan kursi besi hingga tersungkur dan babak belur.

Kapolsek Cikande Kompol Kosasih mengatakan polisi sedang melakukan pengejaran terhadap seluruh pelaku yang melakukan tindakan penganiayaan itu. (*)

Komentar

Berita Terbaru