oleh

Fadli Zon dan Fahri Hamzah Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

PENANEGERI, Jakarta – Fadli Zon dan Fahri Hamzah dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Pelaporan dilakukan hari Senin 12 Maret 2018, di Polda Metro Jaya, Jl Sudirman No 55, Jakarta Selatan.

Pelaporan ini dengan dugaan melakukan penyebaran hoax dan kebencian berdasarkan isu SARA.

Seperti dikutip dari liputan6.com, pelaporan dilakukan oleh seorang warga, bernama Muhammad Rizki  yang melaporkan akun @FahriHamzah dan @FadliZon karenz dugaan menyebarkan hoax dan kebencian berdasarkan SARA.

Dalam pelaporan ini, pelapor didampingi kuasa hukum dari Cyber Indonesia, atas nama Muannas Al-Aidid dan M. Zakir Rasyidin, yang melaporkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon ke Polda Metro Jaya.

Pasalnya, dalam kicauan twitter, mereka meretwit postingan salah satu media online dengan judul ‘Tersangka Muslim Cyber Army Diduga Ahokers’.

Fadli dan Fahri disangkakan melanggar Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45 Ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Baca Juga  Fadli Zon Himbau Ada Solusi Terkait Polemik soal Napi Eks Koruptor Nyaleg

Rizki menunjuk Cyber Indonesia sebagai kuasa hukum.

Ketua Cyber Indonesia Muannas mengatakan, Rizki merupakan keluarga Husin Shihab, salah satu pemilik akun Facebook yang dilaporkan Fadli dengan penyebar hoaks dan ujaran kebencian.

Menurut Muannas, Cyber Indonesia bertindak mendampingi Rizki untuk melaporkan Fadli dan Fahri.

Laporan itu diterima polisi dengan nomor LP/1336/III/2018/PMJ/ Dit.Reskrimsus.

Rizki menyampaikan, Fahri dan Fadli dilaporkan dengan dugaan penyebaran ujaran kebencian melalui media elektronik.

Karena, dalam kicauan twitter, mereka meretwit postingan salah satu media online dengan judul ‘Tersangka Muslim Cyber Army Diduga Ahokers’.

“Dalam hal ini, salah satu media yang dikutip sudah klarifikasi bahwa apa yang diberitakan akan memunculkan suatu kegaduhan. Maka dari itu pihak media mengklarifikasi dan mencabut (berita itu). Tapi yang amat kita sayangkan, posisi FH dan FZ yang pejabat tetap mempertahankan berita hoax,” tutur Rizki kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (12/3/2018).

Menurut Rizki, setelah pihak media melakukan klarifikasi dan meminta maaf, seharusnya baik Fahri dan Fadli juga mengikuti langkah tersebut. Namun yang terjadi, tidak ada permohonan maaf dari keduanya dan hingga saat ini postingan retweet itu masih bertengger di laman twitter pribadi mereka.

Baca Juga  Setelah Putusan MK, Fahri Hamzah Harap Parpol Bisa Segera Umumkan Kandidatnya

“Tetap saja pemilik akun tetap mempertahankan dan membenarkan berita itu. Padahal faktanya berita itu hoax,” jelas Rizki.

Kuasa hukum lainnya, M. Zakir Rasyidin menambahkan, pelaporan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pemerintah yang sedang gencar mensosialisaskan dan memberantas maraknya berita hoax.

“Nah kami ingin agar ini menjadi pelajaran bahwa akhir-akhir ini hoax yang bermunculan, bahkan ada kelompok yang ditangkap menyebarluaskan hoax. Kita tidak mau kemudian pejabat tinggi negara memperlihatkan tindakan-tindakan yang menurut kami tidak perlu diperlihatkan,” kata Zakir kepada wartawan. (*)

Komentar

Berita Terbaru