oleh

Federer Siap Ukir Kemenangan di Wibledon

PENANEGERI, Tenis – Dua belas bulan setelah menutup musimnya dengan mengalami kekalahan di sebuah pertandingan semifinal, Roger Federer kembali ke Wimbledon sebagai favorit untuk merebut gelar kedelapan yang bisa memecahkan rekor dan menjadi juara tertua dalam turnamen tersebut.

Petenis berkebangsaan Swiss itu telah mengejutkan para kritikus yang menuliskannya sebagai ‘atlet yang kesulitan’ menghadapi Milos Raonic dalam lima set pertandingan yang melelahkan di Center Court pada tahun 2016.

Kekalahan tersebut membuatnya terpaksa absen dalam tur selama sisa tahun ini karena masalah cedera lutut, sehingga gelar Grand Slam-nya dihitung sekitar 17 sejak tahun 2012.

Dengan mengalami perkembangan dari periode istirahatnya selama satu tahun, Federer siap mematahkan kini dikabarkan siap untuk mencetak kemenangan ke-7 dari gelar Wimbledon.

Sementara, situasi rival abadinya seperti Andy Murray dan Novak Djokovic sedang mengalami fase buruk dalam berbagai tingkat, serta kondisi Rafael Nadal masih meragukan terkait cedera lututnya, Federer bisa diunggulkan lagi kali ini.

Federer, yang merebut Australia Terbuka kelima pada bulan Januari, akan pergi ke Wimbledon yang didukung oleh gelar kesembilan di lapangan rumput Halle.

Baca Juga  Federer Ingin Cubit Dirinya Sendiri

Namun, dia tidak akan menyingkirkan tiga rivalnya yang memiliki potensi besar sebagai petenis dunia karena mereka secara bergantian berhasil memenangkan gelar Wimbledon sejak tahun 2003.

“Jika Andy mendekati kondisi 100% secara fisik, saya menganggapnya sebagai salah satu favorit di turnamen. Sederhana saja, sama saja bagi Novak dan sama juga untuk Rafa,” kata Federer dilansir dari laman Fox Sort, Minggu (2/7).

“Saya pikir bahkan semua orang memiliki potensi yang sama untuk memenangkan sesuatu, karena tidak semuanya memiliki tingkatan yang sama. Olahraga tenis semakin berkembang dan diminati, itu bisa memunculkan banyak nama-nama baru yang bisa bersaing di kejuaraan internasional,” tambahnya.

Untuk alur turnamen tenis di tahun 2017, Federer memuji Nadal setelah petenis Spanyol itu menjadi penantang utama dan berhasil meraih kemenangan ke-10 di Prancis Terbuka.

Hal itu membuatnya meraih gelar Grand Slam ke-15, unggul satu angka di atas Sampras dan hanya tertinggal tiga angka di bawah Federer.

Komentar

Berita Terbaru