oleh

Gadis Belia Meninggal Usai Berhubungan Badan dengan Kekasih

PENANEGERI, Denpasar – Seorang gadis belia berinisial LDS, yang merupakan siswi di sebuah SMP di Kabupaten Tabanan, Bali, berusia 14 tahun meninggal usai berhubungan intim dengan pacarnya berinisial GDW (26).

Informasi yang dihimpun, pada hari Minggu (21/1) LDS dan GDW bertemu di air terjun Singsing Angin, Desa Apit Yeh, Selemadeg, Tabanan, pukul 13.30 WITA.

GDW yang asal Seririt, Singaraja, Kabupaten Buleleng, itu kemudian mengajak siswi SMP itu ke kamar kosnya di daerah Jalan Debes Gang IV, Dangin Carik, Desa Dajan Peken, Tabanan.

Sesampainya di kamar kos, mereka berdua menonton tayangan televisi. Tak lama setelah itu, GDW mengajak LDS kekasihnya yang asal Banjar Dinas Pupuan Sawah, Desa Pupuan Sawah, Selemadeg, Tabanan, itu untuk berhubungan intim sebanyak dua kali.

Pada saat berhubungan badan yang kedua kali, korban mengeluarkan darah dari kelaminnya, kemudian selesai berhubungan ditinggal oleh pacarnya ke kamar mandi.

Kembali dari kamar mandi tiba-tiba dilihat korban sudah tidak sadarkan diri, lalu sang pacar membawa korban ke rumah sakit sekira pukul 15.30 WITA.

Baca Juga  KSAU Perintahkan Penyidikan Tewasnya Praka Yudha

Sampai di BRSUD Tabanan korban langsung diperiksa dan dinyatakan meninggal.

Hasil pemeriksaan, korban mengalami pendarahan di kelamin, kulit lebam, diperkirakan korban sudah meninggal di atas 30 menit atau dibawah pukul 14.00 WITA.

Kasubag Humas Polres Tabanan AKP I Putu Oka Suyasa mengkonfirmasi adanya peristiwa itu.

Pacar korban saat ini masih berada di Polres Tabanan untuk dimimtai keterangan.

“Benar ada kejadian itu. Pacarnya masih di Polres dan jenazah korban akan dibawa ke RSUP Sanglah,” jelasnya.

Kasubag Humas Polres Tabanan AKP I Putu Oka Suyasa menjelaskan, pada hubungan badan yang pertama belum timbul masalah.

Petaka terjadi ketika setelah mereka melakukan hubungan badan untuk kedua kalinya. Korban mengeluarkan darah dari kelaminnya. Meski mengetahui hal itu, GDW menyempatkan diri ke kamar mandi dan meninggalkan kekasihnya di kamar untuk ke kamar mandi.

“Balik dari kamar mandi korban sudah tak sadarkan diri. Ia lalu dilarikan ke IGD Rumah Sakit Umum Tabanan,” kata AKP I Putu Oka Suyasa, Senin (22/1).

Baca Juga  Tak Terima karena Mas Kawin Imitasi, Mertua Laporkan Menantunya ke Polisi

Menurut saksi yang merupakan tetangga rumah kos GDW, sebelum GDW memutuskan untuk membawa korban ke rumah sakit, ia sempat meminta minyak telon kepada tetangga rumah kosnya untuk membangunkan korban.

Akan tetapi, karena tak mempan, korban akhirnya dilarikan ke UGD BRSU Tabanan sekitar pukul 15.30 WITA. Saat tiba di UGD BRSU Tabanan, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pelayanan Medik BRSU Tabanan, dr Gede Sudiarta menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan terhadap jenazah korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Hanya saja memang kelamin korban mengeluarkan darah berwarna merah kegelapan.

Polisi juga menemukan lecet kecil pada bibir korban berukuran 0,2 mm serta empat tanda bekas ciuman pada dada kanan dan kiri korban.

“Menurut pacarnya ya mereka sehabis melakukan hubungan badan, dan tidak sadarkan diri sekitar 1 jam sebelum dibawa ke UGD BRSU Tabanan,” ujarnya.

Setelah mendapatkan informasi, keluarga korban mulai berdatangan ke BRSU Tabanan. Mereka tak bisa menyembunyikan kesedihannya saat melihat korban terbujur kaku di ruang jenazah BRSU Tabanan.

Baca Juga  Lawakan Joshua Suherman Dilaporkan ke Polisi

Hari Senin (22/1) tim dokter Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, Bali telah melakukan autopsi terhadap jenazah siswi SMP asal Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Bali yang meninggal setelah berhubungan badan.

Menurut keterangan Kepala Instalasi Kedoteran Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, dr. Dudut Rustiyadi, terdapat luka lecet dan memar tersebut ditemukan di bibir, leher kanan-kiri, dada, dan paha kanan-kiri.

“Dari pemeriksaan luar jenazah, kami temukan ada beberapa luka, yaitu luka lecet dan memar pada daerah bibir, leher, dada dan di paha,” kata Dudut. Selain itu, dari kemaluan juga keluar darah.

Penyebab korban meninggal dari hasil pemeriksaan luar karena kekurangan oksigen. Hal ini karena ditemukan warna kebiruan di bibir dan kuku.

Dari organ-organ dalamnya juga ada bintik-bintik pendarahan dan pelebaran pembuluh darah. “Jadi orang ini mati, karena mati lemas kekurangan oksigen,” ujar dr. Dudut Rustiadi kepada wartawan. (*)

Komentar

Berita Terbaru