oleh

Gadjah Puteh Kritik Mursil Agar Bersabar Menjadi Bupati Aceh Tamiang

PENANEGERI, Langsa – Syukuran yang baru-baru ini dilakukan oleh pasangan Bupati/Wakil Bupati Aceh Tamiang terpilih Mursil-Insyafuddin mendapat sedikit sorotan dari salah satu elemen masyarakat sipil di Aceh.

Pasalnya, saat menyampaikan sambutan pada acara syukuran tersebut, Mursil menyatakan telah menemui Presiden RI ke 5 Megawati Soekarnoputri dan mengupayakan agar dilantik lebih cepat sebagai Bupati/Wakil Bupati Aceh Tamiang periode 2017-2022, bersamaan dengan kepala daerah terpilih lainnya pada Pilkada serentak tahun 2017. Hal ini terkesan bahwa Mursil sudah tidak sabar dan ingin secepatnya menggusur Hamdan Sati yang masih menjabat sebagai Bupati Aceh Tamiang dan baru akan berakhir masa jabatannya pada 28 Desember 2017 mendatang.

Baca : Terpilih Menjadi Bupati Aceh Tamiang, Mursil-Insyafudin di Tepung Tawari

Berbagai upaya dilakukan Mursil agar dilantik lebih cepat sebagai Bupati Aceh Tamiang terpilih menggantikan Hamdan Sati, ini menunjukkan sikap yang tidak etis sebagai seorang calon pejabat publik. Harusnya Mursil yang sudah ditetapkan sebagai Bupati Aceh Tamiang terpilih oleh KIP Aceh Tamiang, tetaplah bersabar menunggu hingga berakhirnya masa jabatan Bupati Hamdan Sati hingga Desember tahun 2017 mendatang. Demikian ungkap Direktur Eksekutif Gadjah Puteh Sayed Zahirsyah Al Mahdaly, kepada Penanegeri.com, Kamis (30/2), melalui siaran persnya.

Baca Juga  Nanda Bacok Ari Hingga Tangannya Nyaris Putus

“Mestinya, Mursil harus lebih arif dengan menunjukkan sikap yang beretika dan tidak memperlihatkan benih-benih arogansi sebagai seorang pemimpin publik. Kenapa Mursil tidak sabar menunggu habisnya masa jabatan Hamdan Sati, dan malah berupaya agar yang bersangkutan dapat dilantik lebih cepat. Ini contoh tidak baik dan tidak beretika yang sedang dipertontonkan oleh Mursil,” ungkap sayed mengkritik sambutan Mursil.

Oleh karenanya, Sayed yang akrab dengan sapaan Waled ini meminta Mursil agar tetap bersabar, dengan menjunjung tinggi etika dan kaidah hukum yang ada sebagai seorang pemimpin.

“Berikan kesempatan kepada Hamdan Sati untuk mengakhiri masa jabatannya sebagai Bupati Aceh Tamiang dengan nyaman, sehingga pengalihan kepemimpinan di Aceh Tamiang nantinya juga akan berjalan dengan mulus dan penuh dengan etika. Kalau sekarang kesannya Mursil itu kan sengaja ingin secepatnya menggusur Hamdan Sati. Ini bukan contoh yang baik bagi generasi muda Aceh Tamiang,” tutup aktivis asal Langsa ini.

Komentar

Berita Terbaru