oleh

Gali Potensi Alam di wilayahnya, Forkopimka Tamiang Hulu Bentuk Pokdarwis

-Aceh-31 views

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Guna menggali potensi wisata alam di Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang tepatnya di Dusun Rejo Mulyo, Desa Wonosari, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forko­pim­ka) setempat, ber­sama Ko­nunitas Trail dari Squat Anak Lumpur Tamiang (SALT), Pramuka dan warga sekitar, menyusuri kawasan hutan Gunung Titi Akar menggunakan motor trail, Sabtu (13/1).

“Tujuan kita naik ke atas ingin menggali potensi wisata alam di Desa Wonosari yakni air terjun Keramat, karena sekian lama objek wisata itu tidak terurus sehingga gaungnya pun tak terdengar lagi bahkan terancam hilang,” demikian diungkapkan Camat Ta­miang Hulu Iman Suhery, S.STP, M.SP kepada Penanegeri.com, Minggu (14/1).

Iman Suhery yang akrab disapa Bayu menjelaskan, setelah dijelajahi ternyata air terjun Ke­ramat menyimpan banyak keindahan yang masih sangat alami dan layak untuk dikunjungi bagi siapa pun. Sayangnya, saat ini akses jalan menuju air terjun sangat sulit dilalui, bahkan belum bisa ditembus dengan kendaraan roda empat.

“Potensi alamnya sangat layak dikun­jungi dan dipro­mosikan, Airnya jernih dan bening. Namun, yang menjadi kendala uta­ma akses jalan belum terbuka,” terang mantan Camat Banda Mulia itu.

Baca Juga  Gelar Aksi Peduli Palestina, Muslim Aceh Tamiang Minta Donald Trump Ditangkap

Tamiang Hulu

Perkiraan Bayu, jarak air terjun Kera­mat dari pusat kecamatan sekitar 15 km dan hanya 3 km dari perkampungan Desa Wonosari berada di kaki Gunung Titi Akar. Selain menggali potensi wisata, Forkopimka Ta­miang Hulu juga melakukan penghijauan dengan menanam ratusan pohon rimba di sekeliling air terjun untuk pelestarian alam.

Pokdarwis

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang pernah ada, lanjut Bayu, perlu dibentuk kembali dengan melibatkan warga sekita. Peran serta kelompok masyarakat yang pe­duli terhadap lingkungan sangat diperlukan di area air terjun Keramat. Sehingga, potensi wisa­ta di atas sana tetap terjaga.

“Pihak Kecamatan nantinya akan membina Pokdarwis. Ba­nyak potensi wisata yang bisa kita promosikan keluar. Ada dua lokasi air terjun, dari satu hingga empat tingkat yang dapat me­mukau pengun­jung,” bebernya.

Lebih lanjut Bayu menerangkan, jika sudah dibentuk Pokdarwis, baru kemudian memikirkan ke tahap infrastruktur yang dibutuhkan seperti akses jalan dan fasilitas lainnya yang akan diusulkan melalui APBK maupun anggran dana desa (ADD).

“Yang paling dibutuhkan yakni pengerasan jalan. Pokdarwis adalah dasar kita agar dapat menggunakan ADD untuk percepatan pembangunan sarana dan prasarana ke lokasi wisata air terjun sehingga bisa me­narik pengunjung untuk datang,” tandas Alumni STPDN tahun 2007 itu.

Baca Juga  Tak Puas Hasil Panen, Petani Aceh Tamiang Gunakan Pupuk Non Subsidi

Sunarno (45) salah seorang warga Desa Wonosari, sangat mendukung gebra­kan Camat Tamiang Hulu yang ingin menghidupkan kembali wisata air terjun Keramat di desanya. Dijelaskan, selama bertahun-tahun objek wisata air terjun itu seperti mati suri sangat sepi dari pecinta wisata alam baik lokal maupun luar daerah. Saat ini debit air terjun Kera­mat yang bersumber dari hutan pegunu­ngan Titi Akar semakin mengecil dan teran­cam hilang akibat maraknya alih fungsi lahan di atasnya.

“Sejauh berdam­pak positif untuk kemajuan desa dan kese­jahteraan warga di sini, kami akan dukung dan siap untuk dilibatkan,” harapnya.

Komentar

Berita Terbaru