oleh

Gas Elpiji 3 Kg Langka, Walikota Langsa Perintahkan Tim BBM dan Gas Cek ke Pangkalan

-Aceh-34 views

PENANEGERI, Langsa – Sebagai tindak lanjut atas banyaknya laporan dari masyarakat yang mengeluh atas kelangkaan gas elpiji 3 kg di wilayah Kota Langsa. Walikota Langsa, Tgk Usman Abdullah, SE, memerintahkan Tim Pengawasan Bahan Bakar Minyak dan Gas Bersubsidi Pemko Langsa untuk langsung mengecek ke pangkalan-pangkalan.

Tim ini dipimpin oleh Asisten Keistimewaan, Pembangunan dan Ekonomi Setda Kota Langsa, bersama Bagian Perekonomian, Energi dan Sumber Daya, Bagian Humas dan Protokol Setda Kota langsa, Dinas Perindagkop & UKM, Camat Langsa Kota, Camat Langsa Baro, unsur Polres Langsa.

Kepala Bagian Perekonomian, Energi dan sumber Daya Setda Kota Langsa, yang juga sebagai Koordinator Tim Pengawasan Bahan Bakar Minyak dan Gas Bersubsidi Pemko Langsa, T Raja Angkasah, SH menjelaskan bahwa selama ini banyak penjualan gas elpiji 3 Kg yang merupakan gas bersubsidi dari pemerintah, penyalurannya di Kota Langsa tidak tepat sasaran. Karena bukan hanya utk keperluan masyarakat rumah tangga yang membelinya, tapi pengusaha warung kopi juga membelinya.

Baca Juga  Walikota Langsa Sambut Juara Panahan Internasional

“Gas elpiji 3 kg saat ini menjadi langka karena penyalurannya tidak sesuai, banyak masyarakat yang tidak berhak mendapatkan gas elpiji 3 kg dan bebas membelinya di agen-agen dan kios,” jelas T Raja Angkasah, SH.

Selain itu, harga yang dijual juga beraneka ragam, tidak sesuai dengan peraturan yang ditetapkan Pemerintah.

“Ada agen yang sudah sesuai ketentuan, menjual gas elpiji 3 Kg seharga Rp 18.000 per tabung. Tapi, ada juga yang menjual dengan harga Rp 20.000 hingga Rp 30.000 per tabung,” tambahnya.

“Tim Pengawas Bahan Bakar Minyak dan Gas Bersubsidi Pemko Langsa telah memperingati pangkalan, agen-agen, dan kios-kios yang menjual gas elpiji  3 kg tidak sesuai ketentuan, maka akan ditindak tegas,” ungkapnya.

“Kali ini kami hanya memberi peringatan terhadap pangkalan dan kios dan apabila kemudian hari masih melakukan pelanggaran tersebut,  kami akan mengambil tindakan tegas yakni izin usahanya akan dicabut,” tegasnya.

Sementara salah satu pemilik pangkalan gas elpiji 3 kg di Paya Bujok Seulemak Kecamatan Langsa Baro, Yanti, menerangkan, bahwa pihaknya hanya menjual gas elpiji 3 kg ke masyarakat untuk penggunaan di rumah tangga.

Baca Juga  Toke Suum Minta Presiden Respon Sejumlah Persoalan di Langsa

“Kami hanya menjual ke masyarakat kurang mampu dan untuk penggunaan di rumah tangga, bukan untuk warung warung kopi atau usaha lainnya dan harga yang kami jual sudah sesuai peraturan Pemerintah yakni sebesar Rp 18.000 per tabung,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru