oleh

Gas Elpiji 3Kg, Hanya Untuk Pemegang Kartu Sejahtera pada Tahun 2018 Mendatang

PENANEGERI, Jakarta- Mulai awal tahun 2018 mendatang masyarakat berpengasilan mampu tidak bisa sembarangan membeli Gas Epiji 3 Kg subsidi atau biasa dikenal dengan gas melon. Pasalnya peruntukan gas elpiji subisidi 3 Kg benar-benar untuk mereka yang berpenghasilan rendah atau bagi warga miskin saja, juga hanya untuk pelaku Usaha Mikro saja.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja menjelaskan penerapan‎ penyaluran gas subsidi tepat sasaran akan dimulai pada Februari atau Maret 2018.

Secara bertahap Kementerian ESDM akan menyalurkan gas subsidi melalui pemilik Kartu Sejahtera Kemensos.

Masyarakat yang berhak mendapatkan subsidi akan mendapat Kartu Sejahtera sebagai tanda bukti.

Kartu tersebut juga berupa uang elektronik untuk ditunjukkan ketika membeli gas 3 Kg.

I Gusti Nyoman Wiratmaja menyatakan Kementerian ESDM mulai April 2017 ini fokus menyiapkan ‎infrastruktur penyaluran subsidi elpiji tepat sasaran berupa kartu yang menjadi identitas warga yang berhak. Selain kartu juga disiapkan infrastruktur berupa alat transaksi (Electronic Data Capture/EDC)‎.

“‎Sekarang kita siapkan infastrukturnya EDC, kartu, siapkan infrastruktur,” kata Wiratmaja di Jakarta.
‎Dengan begitu masyarakat yang dikategorikan mampu tidak bisa lagi menikmatinya dengan harga kisaran Rp 18.000 hingga Rp 22.000.  Elpiji 3 Kg bersubsidi sejak awal memang diperuntukkan untuk dikonsumsi oleh masyarakat miskin dan usaha mikro.

Karena pada kenyataannya di berbagai daerah,  elpiji dalam tabung berwarna hijau melon itu bebas dikonsumsi berbagai strata ekonomi.

Oleh karena itu akan dilaksanakan pembatasan penyaluran.

Khusus di Pulau Jawa, pengadaan infrastruktur akan dilakukan pada tahun ini, sedangkan penerapannya dilakukan tahun depan.

Nantinya bila program tersebut berjalan maka hanya masyarakat tidak mampu dan usaha mikro saja ‎yang bisa menikmati elpiji 3 kilogram (kg) dengan harga murah seperti saat ini.

‎”Infrastruktur mulai tahun ini. Pelaksanaannya Insya Allah tahun depan,” tutur Wiratmaja.

Dia mengungkapkan, sebelum menerapkan di Pulau Jawa, penerapan penyaluran subsidi elpiji tepat sasaran akan diterapkan pada empat pulau terlebih dahulu.

Keempat wilayah tersebut, yakni Bali, Batam, Lombok, dan Bangka. Saat ini, di wilayah tersebut sedang dalam proses pengadaan infrastruktur.

“Maret 2017 kita sebarin infrastrukturnya dulu. Empat pulau dulu ya. Kita sebarin infrastruktur dulu,” dia menandaskan.

Sedangkan pantauan redaksi pada April 2017 ini, keberadaan tabung Gas berisi 3 Kg atau gas melon di sebagian wilayah Jabodetabek pada awal bulan sempat langka, namun masih bisa diperoleh secara bebas tanpa syarat apapun juga, terutama di SPBU-SPBU, harga juga masih berkisar antara harga Rp.18.000,- hingga Rp23.000,- per tabung gas 3 Kg.

Namun demikian, menjelang Bulan Puasa dan Idul Fitri pada bulan Mei-Juni 2017, seperti terjadi di tahun-tahun sebelumnya, maka harga dan stok elpiji 3 Kg subsidi diperkirakan bisa berubah di tengah masyarakat.(*)

Komentar

Berita Terbaru