oleh

Gelapkan Cincin Milik Rekan Sendiri, Alvin Dikecam Sejumlah Rekan lainnya

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Seorang warga Bukit Tempurung, Kecamatan Kota Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Alvin (29) hingga kini tidak diketahui keberadaannya.

Informasi diperoleh Penanegeri.com menyebutkan, Alvin yang akrab disapa Roy disebut-sebut telah menggelapkan sebuah cincin berbahan emas milik Ryan (20) rekannya sendiri.

Pemilik cincin, Ryan kepada Penanegeri.com, sabtu (11/11) di salah satu warung kopi di kawasan Karang Baru mengatakan, sekitar akhir bulan September 2017 lalu, Roy awalnya dimintai untuk menjualkan cincin emas.

“Awalnya saya minta tolong Roy untuk menjualkan cincin, setelah ditanyakan ke sejumlah toko emas di Kualasimpang, harga tertinggi sekitar Rp 2,3 jt,” ujarnya.

Kemudian, Roy menawarkan akan membeli cincin tersebut tapi menunggu uang proyeknya cair sekitar awal Oktober lalu. Hingga kini telah lebih satu bulan, Roy tidak bisa dihubungi dan tidak diketahui keberadaannya.

“Terkait permasalahan cincin saya sudah ceritakan kepada rekan-rekan Roy. Jika mereka bertemu Roy segera mengembalikan cincin milik saya,” harapnya.

Lebih lanjut Ryan mengatakan, jika sampai tgl 17 November Roy tidak segera menemui dan mengembalikan cincin tersebut, maka permasalahan ini akan dibawa ke ranah hukum.

Baca Juga  Beko Milik UPTD Aceh Tamiang Tenggelam di Areal Tambak

“Jika Roy tidak ada itikad baik hingga 17 November 2017 nanti, saya aka laporkan dia ke Polres,” tandasnya.

Salah seorang kerabat Roy, AR Putra (21) warga Bukit Rata yang pertama kali menemui Roy sekitar satu bulan yang lalu sempat menanyakan cincin yang digelapkan oleh Roy.

“Kata Roy cincinya ada di tempat neneknya dan segera akan mengembalikannya. Tapi, sampai sekarang dia entah kemana,” ungkap pria yang akrab disapa Anjas itu.

Putra alias Walcote salah seorang rekan Alvin yang dihubungi Penanegeri.com, Sabtu (11/11) sore mengatakan, Jumat (10/11) kemarin ada bertemu dengan Roy.

“Roy segera selesaikan permasalahan kau, kesabaran orang ada batasnya, nanti masalah ini dibawa ke ranah hukum,” tutur Putra.

“Iya sebentar, sabar,” kata putra menirukan ucapan Roy.

Ewin yang juga salah seorang rekan Roy mengatakan, terkahir ketemu Roy sekitar dua minggu lalu di kawasan Karang Baru.

“Saya tidak menyampaikan apa-apa dengan si Roy, karena udah terlalu muak lihat tingkahnya,” terang Ewin.

Baca Juga  Gadjah Puteh : Terima Kasih Polda Aceh

Salah seorang rekan lainnya, Wira (33) kepada wartawan mengatakan, terakhir bertemu Roy di mess milik salah satu Instansi di seputaran Karang Baru.

“Ada masalah apa sebenarnya, kenapa gak jumpain aja kalau memang ada masalah. Cincinnya dimana,” tanya Wira.

“Ada bang, cincinnya di tempat nenek, nanti awak balikkan,” tiru Wira.

Hal senada juga disampaikan Zemi, yang saat itu bersama Wira bertemu Roy di seputaran Karang Baru. Zemi mengatakan telah berupaya mengingatkan Roy.

“Kalau memang gak salah kenapa gak diselesaikan segera, namun Roy menjawab tenang bang,” katanya.

Zemi menambahkan, menghilang di akhir tahun memang sudah menjadi agenda dirinya. Tahun lalu juga menghilang selama 3 (tiga bulan).

“Tiap tahun menjelang akhir tahun Roy memang selalu menghilang entah kemana,” sebutnya.

Ipan rekan Roy lainnya saat dihubungi awak media mengatakan, tidak mengetahui persis permasalahan Ryan dan Roy, ia mengaku mendengar hal ini dari rekan-rekannya.

“Saya taunya dari kawan-kawan. Saya dukung jika masalah yang berlarut ini dibawa ke ranah hukum sebagai pembelajaran bagi Roy,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru