oleh

Gereja di Quetta Pakistan Jadi Target Serangan Bom Bunuh Diri

PENANEGERI, Internasional – Sebuah bom bunuh diri dan serangan bersenjata terjadi di sebuah gereja di kota Quetta di Pakistan barat. Serangan ini telah menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai puluhan lainnya, menurut beberapa pejabat rumah sakit setempat.

Serangan tersebut menargetkan Bethel Memorial Methodist Church saat jemaat gereja berkumpul di dalam untuk menghadiri kebaktian hari Minggu (17/12) tengah hari.

Seorang pembom bunuh diri meledakkan bahan peledaknya di pintu gerbang gereja, yang memicu sebuah operasi polisi, kata beberapa pejabat, seperti diberitakan oleh Kantor Berita Al Jazeera, Minggu (17/12).

Seorang penyerang kedua menembaki jemaat gereja, sebelum akhirnya berhasil ditewaskan oleh pasukan keamanan di tempat kejadian.

“Kami telah membersihkan daerah sekitar gereja, dan sekarang kami membersihkan daerah perifer (batas) lebih jauh,” kata Moazzam Jah Ansari, kepala polisi provinsi Balochistan, kepada wartawan di lokasi serangan tersebut.

Saksi mata melaporkan adanya tembakan senjata di lingkungan tersebut saat polisi bekerja untuk membersihkan daerah tersebut.

“Orang-orang melarikan diri ke sudut-sudut [gereja] Saya tidak dapat mengerti apa yang terjadi, hal itu terjadi begitu tiba-tiba,” seorang wanita, yang berada di gereja saat serangan tersebut terjadi, mengatakan dengan syarat untuk tidak disebut namanya.

Baca Juga  Simpatisan ISIS ditangkap di Sorong, Papua

Waseem Ahmed, seorang pejabat di Rumah Sakit Sipil terdekat, mengatakan 33 orang terluka dalam serangan tersebut.

Lebih dari 200 orang berkumpul di gereja tersebut pada saat serangan tersebut terjadi.

Kelompok bersenjata Negara Islam Irak dan Levant (ISIL, juga dikenal sebagai ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dalam sebuah pernyataan online yang diterbitkan oleh outlet ‘Amaq’ kelompok itu. Kelompok tersebut tidak memberikan bukti untuk klaimnya.

Quetta, ibukota provinsi Balochistan, telah menjadi pusat kekerasan baru-baru ini di Pakistan.

Kota ini mendapat serangan baik dari kelompok bersenjata yang bersekutu dengan Tehreek-e-Taliban Pakistan dan milisi separatis.

Bulan lalu, sebuah serangan bunuh diri yang menargetkan tentara paramiliter membunuh setidaknya empat orang dan melukai 15 orang lainnya.

Awal bulan itu, seorang pejabat senior polisi juga tewas dalam serangan serupa, sementara pada bulan Oktober lalu, setidaknya tujuh petugas polisi tewas dalam pemboman di pinggir jalan. (*)

Komentar

Berita Terbaru