oleh

Getek Penyeberangan Tenggelam di Sungai Aceh Tamiang

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Diduga melebihi kapasitas, satu unit alat transportasi penyeberangan (getek), yang mengangkut belasan penumpang orang dan barang tenggelam di Sungai Aceh Tamiang, Desa Tanjung Mulia antara Kecamatan Bendahara dan Seruway, Kamis (1/3) pagi.

Informasi diperoleh Penanegeri.com menyebutkan, insiden karamnya getek apung itu terjadi sekitar pukul 07.15 WIB saat akan menyeberangkan penumpang yang mayoritas pelajar yang akan pergi ke sekolah. Awalnya getek melaju aman, menyeberang badan sungai dari Seruway ke Bendahara. Ketika getek akan mencapai bibir sungai (dermaga sandar), seketika transportasi tradisional itu miring hingga karam.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun sejumlah kendaraan sepeda motor milik siswa/i itu tercebur ke kedalam sungai.

“Ketika akan sampai ke tepian, getek langsung miring, karena salah satu boat bocor masuk air, lalu anak sekolah bertaburan menyelamatkan diri loncat kedaratan,” ungkap Azis warga setempat kepada awak media saat ditanyai dari lokasi kejadian.

Titik lokasi kejadian, lanjut Azis, masuk wilayah Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Bendaraha. Selama ini getek milik Dinas Perhubungan Aceh Tamiang tersebut dimanfaatkan warga pesisir untuk antar jemput penumbang dan angkut barang. Normalnya jumlah penumpang hanya 15 orang, namun saat pagi yang naas itu jumlah anak sekolah melebihi kapasitas. Mereka berebut naik ingin cepat sampai ke sekolah.

Baca Juga  Pansus K2 Digelar Tertutup, Dewan : Permintaan Para Korban

“Mungkin juga kelebihan kapasitas, karena anak sekolah terlalu banyak, ditambah lagi membawa sepeda motor,” terangnya.

Kini, beber Azis, badan getek telah karam ditepi sungai, namun masih mengantung dengan tali seling pengkait diatasnya. Hingga pukul 10.30 WIB belum ada tanda-tanda akan dievakuasi oleh pihak berwenang.

Ketua Satgas SAR Aceh Tamiang, Syaiful Syahputra yang dikonfirmasi wartawan menyebutkan, karamnya getek penyeberangan di daerah yang menghubungkan Kecamatan Seruway dan Bendahara terjadi pada pukul 07.17 WIB. Namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, akan tetapi terdapat tujuh unit sepeda motor sempat terendam air namun berhasil diselamatkan.

Pada saat detik-detik getek akan karam, para penumpang sempat panik, kocar kacir menyelamatkan diri dan barang bawaan. Untungnya arus sungai pagi itu tidak begitu deras sehingga getek kayu beratap seng tersebut hanya mengalami patah bodi dan tidak hanyut terbawa arus.

“Korban penumpang getek merupakan siswa/i SMKN 1 Bendahara, yang hendak pergi ke sekolah. Getek itu karam diduga akibat kelebihan kapasitas,” ujarnya.

Baca Juga  Pelaku Pencurian Bola Lampu Masjid Baiturrahman Lhokseumawe di Tangkap

Pihaknya juga mendapat informasi, bahwa kondisi getek sudah tidak layak pakai.

“Sampan boat penopang dibawahnya mulai kropos dan bocor dimakan usia dan ditambah lagi sering mengalami over kapasitas,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru