oleh

Global Goals Harus jadi Blueprint bagi Globalisasi yang Adil

PENANEGERI, Internasional – Sekjen PBB mengatakan bahwa Global Goals atau Tujuan-tujuan Global harus menjadi blue print (cetak biru) atau contoh bagi globalisasi yang adil.

Diberitakan oleh situs berita resmi PBB, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres pada hari Kamis 8 Februari 2018, menyoroti pentingnya keterlibatan dan pemberdayaan untuk mengubah Sasaran Pembangunan Berkelanjutan – Sustainable Development Goals (SDG) – menjadi keuntungan bagi semua orang di seluruh dunia dan meminta semua sektor masyarakat untuk secara aktif melibatkan diri mereka dalam usaha ini.

Berbicara pada acara ‘Global Engagement & Empowerment Forum on Sustainable Development’ atau Keterlibatan dan Pemberdayaan Global untuk Pembangunan Berkelanjutan, yang diadakan di Universitas Yonsei di Seoul, ibu kota Republik Korea, Sekretaris Jenderal PBB menekankan bahwa upaya untuk melaksanakan Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development) perlu “melampaui usaha diplomatik dan program pemerintah. ”

Masyarakat sipil, akademisi dan sektor swasta – semuanya harus dimobilisasi – untuk menemukan sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran dan menerapkannya di tempat yang terbaik.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres juga memperingatkan agar tidak terjadi ketidaksetaraan (inequality) di seluruh dunia, dan mengatakan bahwa perasaan “tertinggal” ini dapat melemahkan (undermines) kepercayaan masyarakat, masyarakat yang tinggal di wilayah, di pemerintahan dan juga organisasi internasional seperti PBB.

Dia mengatakan kepada audiens, termasuk mantan Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon dan Presiden Majelis Umum Miroslav Lajčák bahwa undermining of trust atau pelemahan terhadap kepercayaan ini pada akhirnya menghasilkan ketidakstabilan yang meningkat.

Pada saat yang sama, tantangan besar seperti perubahan iklim, pertumbuhan penduduk yang cepat, urbanisasi yang tidak direncanakan, perpindahan orang-orang yang berskala besar, keresahan pangan dan kelangkaan air juga berkontribusi terhadap kerapuhan lebih lanjut, melipatgandakan dampak negatif ancaman terhadap keamanan global.

“Ini berarti bahwa kita memerlukan usaha, keterlibatan dan pemberdayaan yang sangat besar untuk membuat cetak biru (blueprint) SDG alat yang dengannya kita dapat mencapai globalisasi yang adil,” kata kepala PBB tersebut.

Dia juga menyoroti bahwa pembiayaan sangat penting untuk memastikan bahwa ada cukup sumber daya untuk melaksanakan agenda pembangunan berkelanjutan dan dalam konteks itu, mendesak masyarakat internasional untuk memperkuat perjuangan mereka melawan penghindaran pajak, pencucian uang, dan arus modal gelap.

Misalnya, di Afrika, aktivitas terlarang ini mencakup lebih dari total bantuan pembangunan resmi (official development aid -ODA) yang mengalir ke benua tersebut, kata Sekjen PBB António Guterres.

Selanjutnya, dalam pelaksanaan SDG, dia mendesak semua orang untuk tidak hanya menanggapi masalah masa lalu namun juga menanggapi masalah masa depan dan pada semua aktor untuk menciptakan kondisi bagi transformasi ini agar dapat diserap oleh masyarakat untuk memungkinkan orang-orang untuk beradaptasi dengan skenario baru.

Sementara di Universitas Yonsei, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres juga mengadakan pertemuan dengan pendahulunya, mantan Sekjen PBB, Ban Ki-moon. Kemudian bertemu dengan Perdana Menteri Republik Korea, Lee Nak-yon.

Berangkat dari Seoul, Sekretaris Jenderal PBB dan delegasinya mengunjungi lokasi Olimpiade Musim Dingin PyeongChang (PyeongChang Olympic Winter Games.), mengunjungi desa Olimpiade di Gangneung, di mana bertemu dengan sejumlah atlet, termasuk Cheyenne Goh, atlet Singapura pertama yang lolos kualifikasi ke Olimpiade Musim Dingin. Sekretaris Jenderal PBB juga bertemu dan memberi semangat peserta dari Swiss, Hungaria dan China.

Di malam hari, Sekretaris Jenderal PBB menghadiri jamuan resmi yang diselenggarakan oleh Presiden Komite Olimpiade, Thomas Bach, dan menemui para petinggi . (*)

Komentar

Berita Terbaru