oleh

GPPM Bireuen Ancam Gelar Demo Terkait Pengadaan Mobil Mewah Bupati

PENANEGERI, Bireuen – Bila Bupati Bireuen, H Saifannur S.Sos tetap memaksa terhadap pengadaaan mobil dinas mewah Toyota Land Cruiser Prado tipe tinggi dengan anggaran Rp 1,9 miliar, maka kami Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat (GPPM) Bireuen akan melakukan aksi demonstrasi.

Hal itu ditegaskan Ketua GPPM Bireuen, Azhari dalam siaran pers kepada Penanegeri.com,  Kamis (4/10) terkait penolakan terhadap pengadaan mobil dinas mewah untuk Bupati Bireuen pada APBK-P 2018.

“Bila itu dipaksakan, maka kami dari GPPM Bireuen akan melakukan aksi demonstrasi turun ke jalan, guna menyampaikan protes sebagai hak kemerdekaan, memberi pendapat di muka umum, dan hal ini dijamin oleh Undang-Undang,” katanya.

Menurut Azhari, bila mau dianggarkan secara bersama oleh eksekutif dan legislatif, sejatinya dapat dianggarkan beberapa tahun kemudian, harganya juga lebih terjangkau, dengan perhitungan kehidupan masyarakat Bireuen yang masih banyak hidup dibawah garis kemiskinan.

“Kita tidak meninginkan dan terkesan di mata warga Bireuen, Bupati dan wakil Bireuen sekarang, H Saifannur dan Dr Muzakkar A Gani Msi, suka menghambur-hamburkan uang rakyat dengan berfoya foya sesuka hatinya dengan dana APBK,” tegasnya.

Baca Juga  Anggota DPRK Bireuen Tak Keluar Gedung, Pembakaran Ban Bekas Ikut Menyulut 

Sementara kondisi warga Bireuen di 17 kecamtan masih sangat memprihatinkan. Disisi lain, bupati yang baru setahun lebih menjabat sudah harus membeli mobil mewah, dengan harga yang luar biasa dan menguras APBK Bireuen.

“Kami juga meminta pihak DPRK Bireuen untuk dapat mengkaji kembali kebijakan, sehingga itu bisa terjadi terkait usulan pembelian mobil mewah itu,” imbuhnya.

Bila kita mau jujur, tambahnya, selama ini masih bayak masyarakat miskin yang lebih membutuhkan dan diproritaskan dalam APBK Bireuen, mulai beasiswa untuk mahasiswa dan santri dayah, pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin sehingga bisa mendongkrak ekonomi.

Pihaknya juga menyindir sikap Bupati  Bireuen H Saifannur. Ingat dulu waktu kampanye, Ia begitu mudah berkoar-koar dan Ia siap mewakafkan diri kepada warga Bireuen dan siap membantu rakyat miskin.

“Sementara apa yang dilakukan hari ini, terutama pemaksaan pembelian mobil mewah dengan APBK tersebut, apakah itu yang namanya mewakafkan diri kepada masyarakat,” ujarnya dengan nada tanya.

Azhari juga mengajak seluruh elemen masyarakat, cerdik pandai, mahasiswa, LSM, Ormas dan rekan pers bersatu menolak pembelian mobil baru untuk Bupati Bireuen.

Baca Juga  Anggota DPRK Bireuen Tak Keluar Gedung, Pembakaran Ban Bekas Ikut Menyulut 

“Alangkah bijaknya, bila dana sebesar itu dialihkan untuk pembangunan ekonomi masyarakat, membanguan rumah kaum duafa serta untuk kepentingan publik lainnya, apa lagi tahun 2017 Bupati dan Wakil Bupati Bireuen sudah mendapatkan mobil Mitsubishi Pajero Sport Dakar Tahun 2017,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru