oleh

Guatemala Segera Pindahkan Kedubes ke Yerusalem

PENANEGERI, Internasional – Pemerintah negara Guatemala menyatakan bahwa langkah pemindahan kedubes ke kota Jerusalem adalah sudah final.

Menteri Luar Negeri Guatemala, Sandra Jovel, mengatakan bahwa keputusan negaranya untuk memindahkan kedubes di Israel ke kota Yerusalem adalah final, dan mendesak masyarakat internasional untuk “menghormati” komitmen ini.

“Ini adalah keputusan yang telah dibuat… Ini tidak akan dibatalkan,” kata Menlu Sandra Jovel kepada wartawan pada hari Jumat (29/12),seperti dilaporkan olehi kantor berita AFP.

“Pemerintah Guatemala sangat menghormati posisi yang diambil negara lain, dan karena kami menghargai keputusan tersebut, kami yakin pihak lain harus menghormati keputusan yang dibuat oleh Guatemala,” tegasnya.

Awal pekan ini, Guatemala mengumumkan rencana untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem, menyusul sebuah keputusan AS yang kontroversial untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Presiden Guatemala Jimmy Morales mengonfirmasi langkah tersebut beberapa hari setelah Guatemala memberikan suara sama dengan AS di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Resolusi tidak mengikat di Majelis Umum PBB ini menyatakan bahwa langkah AS untuk mengakui Yerusalem “batal demi hukum” (null and void).

Baca Juga  Majelis Umum PBB Minta Semua Negara Patuhi Resolusi PBB Mengenai status Yerusalem

Pengumuman Presiden AS Donald Trump atas pengakuan terhadap Yerusalem telah memicu kecaman internasional dan demonstrasi yang meluas di seluruh dunia.

Status Yerusalem sangat sensitif, yang terdiri dari salah satu titik kunci dalam konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung lama.

Pemimpin Palestina melihat Yerusalem Timur yang diduduki Israel sebagai ibu kota negara masa depan mereka, sementara Israel mengatakan bahwa kota Yerusalem tersebut tidak dapat dibagi. (*)

Komentar

Berita Terbaru