oleh

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf resmi Ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

PENANEGERI, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf pada Kamis (5/7/2018) dini hari, setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) atas dugaan praktik suap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Irwandi Yusuf telah mengenakan rompi tahanan warna oranye saat digiring petugas dari Gedung KPK di Jakarta ke mobil tahanan pada hari Kamis (5/7) pukul 00.40 WIB.

KPK resmi menahan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Ia ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka suap.

Pada hari Kamis (5/7/2018) dini hari, Irwandi keluar dari lobi KPK sekitar pukul 00.40 WIB, dengan mengenakan rompi tahanan berwarna oranye.

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari Bupati Bener Meriah Ahmadi.

“Diduga pemberian oleh Bupati Bener Meriah kepada Gubernur Aceh sebesar Rp 500 juta, bagian dari Rp 1,5 miliar yang diminta Gubernur Aceh,” kata kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Baca Juga  KPK Sita Keris dan Batu Akik Milik Antonius Tonny Budiono

Duit suap Rp 500 juta diduga akan digunakan untuk kegiatan Aceh Marathon 2018. Selain itu, ada dua orang swasta lainnya yang juga ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya adalah Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri.

“Dilakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap dua tersangka,” ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah.

Humas KPK Febri Diansyah menjelaskan, Irwandi Yusuf ditahan di Rutan Cabang KPK yang berada di belakang Gedung KPK kav K-4, Kuningan, Jakarta Selatan. Sementara, Ahmadi dititipkan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Bupati Meriah Bener, Ahmadi dan delapan orang lainnya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) tim KPK di Aceh pada Selasa sore hingga malam.

Irwandi diamankan di rumah dinas Gubernur Aceh, Banda Aceh. Sementara, Ahmadi ditangkap di Takengon.

Irwandi menjadi tersangka penerima suap terkait Pengalokasian dan Penyaluran Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh Tahun Anggaran 2018. Sementara, Ahmadi menjadi tersangka pemberi suapnya.

Diduga pemberian oleh Bupati Bener Meriah “kepada Gubernur Aceh sebesar Rp 500 juta, bagian dari Rp 1,5 miliar yang diminta Gubernur Aceh,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers di KPK.

Baca Juga  Dua Pegawai PN Jaksel Ditangkap KPK

Dua orang pihak swasta yakni Hendra Yuzril dan Syaiful Bahri juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.  (*)

Simak video dalam channel Youtube :

Komentar

Berita Terbaru