oleh

H Jamaluddin : Pembangunan Ruko di Eks PJKA Bireuen IMB-nya Tak Kadaluarsa

PENANEGERI, Bireuen – Menanggapi tudingan anggota dewan Bireuen terkait peninjauan kembali perizinan pembangunan Ruko, di areal eks PT Kereta Api Indonesia (KIA), Jalan T Hamzah Bendahara, Bireuen.

Pihak rekanan pelaksana pembanguan ruko, H Jamaluddin A Gani, kepada Penanegeri.com, Kamis (18/10) menjelaskan, IMB toko di lahan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) kawasan Jalan T Hamzah Bendahara yang sedang dikerjakan, telah dikantongi sejak tahun 2007 lalu.

“Kalau menyangkut IMB itu dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Bireuen semasa Bupati Bireuen dijabat Drs Mustafa A Glanggang. IMB itu dikeluarkan berdasarkan Surat Bupati Bireuen Nomor 510, tanggal 24 Juli 2007, dan merupakan satu paket, termasuk pembangunan ruko sekarang,” jelasnya.

Dikatakan H Jamaluddin, IMB yang dikeluarkan itu satu paket dari ruko yang dibangaun sebelumnya, dan tidak kadaluarsa kendati ruko arah barat baru dibangun tahun 2018.

“Memang ruko arah barat baru dibangun sekarang,  tapi kalau IMB sudah saya memiliki sejak awal, bersamaan ruko yang dibangun pertama di bagian arah timur,” katanya.

Tapi yang anehnya, sambung Jamaluddin, selama ini banyak pembangunan toko, kios, bahkan sudah bertahun-tahun dimanfaatkan banyak yang tidak memiliki IMB. Tapi ada tindakan atau sanksi apapun dari pemerintah.

Baca Juga  IMB Pembangunan Ruko H Jamaluddin Sudah Kadaluarsa 10 Tahun 

Kendala tak dibangunnya bersamaan dengan ruko bagian timur,  karena banyak kendala yang perlu dihadapi. Salah satunya, karena di lokasi itu ada pedagang yang berjualan.

“Namun setelah pedagang ini dipindahkan ke lokasi lain, akhirnya saya membangun kembali toko di lahan tersebut, 20 September 2018 lalu,” ungkapnya.

Dalam hal ini, lanjut Jamaluddin, mekanismenya pembangunan ruko ini legal, sebab sudah terpenuhi persyaratannya, termasuk izin perinsip dan IMB.

Terakhir usai mendapat rekomendasi itu, lalu menemui  PT KAI, kemudian melakukan kontrak atau penyewaan dengan PT KAI, mulai arah timur hingga bagian barat, depan rumah sakit umum.

“Sejauh ini saya telah memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), IMB serta bukti-bukti yang akurat. Sedangkan surat kontrak dengan PT KAI sendiri dengan batas waktu 25 tahun. Begitu juga penyewaan dibayarkan ke pihak PT KAI setiap lima tahun sekali,” sebutnya.

Di beritakan sebelumnya Pemerintah Kabupaten Bireuen diminta kembali meninjau perizinan pembangunan Ruko, di areal eks PT Kereta Api Indonesia (KIA), Jalan T Hamzah Bendahara, Bireuen.

Pembangunan ruko yang dibangun oleh pengusaha Bireuen, H Jamaluddin A.Gani tersebut diduga hanya mengantongi izin lama. Sementara pembangunan toko yang sedang dilaksanakan itu dibangun awal bulan lalu, sedangkan izin IMB diduga tahun 2007.

Baca Juga  IMB Pembangunan Ruko H Jamaluddin Sudah Kadaluarsa 10 Tahun 

“IMB yang dikantongi pihak ketiga  merupakan IMB lama. Sementara pembangunan toko itu tak memberi pemasukan apa-apa untuk  daerah, hanya untuk kepentingan bagi investor semata,” kata anggota DPRK Bireuen, Suhaimi Hamid S.Sos kepada wartawan, Kamis (18/10).

Komentar

Berita Terbaru