oleh

Hakim Kusno Gugurkan Praperadilan Setya Novanto

PENANEGERI, Jakarta – Hakim tunggal yang menyidangkan permohonan Praperadilan Setya Novanto menggugurkan permohonan praperadilan yang diajukan oleh Setya Novanto, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (14/12).

Hakim Kusno yang menjadi hakim tunggal dalam sidang permohonan Praperadilan ini menyebut pokok perkara yang menjerat Novanto telah disidangkan sehingga praperadilan digugurkan.

“Menetapkan menyatakan praperadilan yang diajukan pemohon di atas gugur,” ucap Kusno dalam putusannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (14/12).

Dalam pertimbangannya, Kusno menyebut, berdasarkan Pasal 82 ayat 1 huruf d KUHAP, praperadilan tersebut sudah seharusnya gugur. Selain itu, Kusno mempertimbangkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 102/PUU/VIII/2016, yang memperjelas kapan gugurnya praperadilan.

“Memperhatikan bukti surat dari termohon, terbukti benar perkara pokok telah dilimpahkan,” ujar Kusno.

Salah satu pertimbangannya, praperadilan tersebut gugur setelah persidangan pokok perkara kasus korupsi proyek e-KTP, di mana Setya Novanto sebagai terdakwa, telah mulai diperiksa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.

Baca Juga  Dua Kardus E KTP yang Jatuh di Jalan Salabenda Bogor Ternyata adalah E KTP Rusak

Hakim Kusno merujuk Pasal 82 Ayat 1 Huruf d Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 (KUHAP) menyatakan bahwa “dalam hal suatu perkara sudah mulai diperiksa oleh pengadilan negeri, sedangkan pemeriksaan mengenai permintaan kepada praperadilan belum selesai, maka permintaan tersebut gugur”.

Menurut Hakim Kusno, aturan itu telah diperjelas pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 102/PUU-XIII/2015.

“Membebankan biaya perkara kepada pemohon sebesar nihil,” ujar Kusno, sembari mengetok palu.

“Jadi demikian penetapan sudah saya bacakan pada hakikatnya hukum positif sudah jelas, permohonan praperadilan dinyatakan gugur dan terhadap praperadilan ini sudah tidak memungkin lagi diajukan upaya hukum,” ujar Kusno selaku hakim Tunggal dalam sidang praperadilan Setya Novanto tersebut.

Sidang perkara pokok Novanto sudah dibacakan pada Rabu (13/12). Surat dakwaan telah dibacakan jaksa pada KPK meski diawali  dengan Setya Novanto yang mengaku sakit tapi, menurut 4 orang dokter, Novanto dalam kondisi sehat dan bisa mengikuti sidang.

Menurut KPK, alasan sakit, yang tidak benar-benar sakit, tidak bisa untuk menghindar dari hukum.

Baca Juga  Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD Menyebutkan KPK Seharusnya Tahan Setnov

“Apa yang terjadi sejak pertengahan November dan kemarin di sidang e-KTP, kami harap ke depan jadi pembelajaran bagi semua pihak yang menjadi tersangka, terdakwa, atau bahkan saksi agar tidak menggunakan alasan sakit yang dapat menghindari atau menunda proses hukum,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (14/12). (*)

Komentar

Berita Terbaru