oleh

Harga Premium dan Solar akan Dievaluasi Setelah Lebaran 2017

PENANEGERI, Jakarta- Menteri ESDM, Ignasius Jonan, berencana mengevaluasi harga bahan bakar minyak khususnya premium dan solar usai lebaran 2017.

Menteri ESDM Ignasius Jonan akan mengkaji perubahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) selepas Lebaran mendatang.
Langkah ini dilakukan menyusul harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) yang sudah di atas asumsi pemerintah.

ICP secara rata-rata sejak Januari hingga Mei tahun ini berada di angka US$ 49,90 per barel. Sementara dalam APBN 2017 pemerintah mematok asumsi ICP US$ 45 per barel. Hal ini membuat pemerintah akan mengevaluasi  harga BBM selepas Lebaran nanti.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan perubahan harga bahan bakar minyak khususnya premiun dan solar akan dievaluasi kembali usai lebaran 2017.

“Premiun Ron 88 dan solar akan dilihat pada bulan Juli setelah lebaran, nanti kita lihatlah,” kata Jonan di Jakarta, Senin (5/6).

Pernyataan ini disampaikan karena harga minyak mentah Indonesia (ICP) sudah berada di atas asumsi pemerintah.

Baca Juga  Silang Pendapat soal Harga BBM di Papua

Rata-rata ICP periode lima bulan terakhir atau dari Januari hingga Mei 2017 berada pada level 49,9 dolar AS per barel atau lebih tinggi 44,68 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya 34,49 dolar AS per barel.

Jonan belum bisa memastikan akan ada kenaikan ataupun perubahan harga setelah lebaran 2017, namun yang pasti harga BBM akan sulit turun usai Lebaran.

“Kalau turun, mungkin enggak ya. Karena dulunya harga ini kan ICP di sekitar US$ 40-45 per barel. Kalau rata-ratanya sekarang US$ 49 per barel, apa mau naik 10 persen atau gimana saya enggak tahu, tapi belum tentu naik juga dibahas di sidang kabinet,” imbuhnya.

Harga Minyak dunia memang sulit diprediksi karena tergantung pada supply (pasokan) and  demand (permintaan) secara pasar global.

Menteri Jonan menjelaskan sudah ada kesepakatan tidak akan ada perubahan harga dari Maret hingga Juni. Oleh karena itu, setelah Juni masih akan ditinjau lagi perubahannya dan itu pun masih tergantung pada hasil sidang kabinet. (*)

Komentar

Berita Terbaru