oleh

Harry Tanoesoedibjo Dicekal

PENANEGERI, Jakarta- Harry Tanoesoedibjo (HT) telah dicegah – tangkal (cekal) untuk bepergian ke luar negeri.

Pencekalan ini setelah Harry Tanoe menjadi tersangka kasus  dugaan pengancaman via pesan singkat seluler kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Yulianto.

Pihak Kepolisian sudah mengirimkan surat untuk men-cekal Harry tanoe ke pihak  Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

“Bareskrim Polri sudah mengirimkan surat pencegahan ke Direktorat Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Ditjen Imigrasi Kemenkumham),” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto, Jumat (23/6).

Pencekalan terhadap Hary Tanoe (HT) tersebut dilakukan setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan melakukan pengancaman terhadap Jaksa Yulianto melalui layanan pesan singkat telepon seluler.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto, pada Jumat (23/6) menegaskan pihaknya sudah mengirimkan pencekalan Hary Tanoe ke pihak Imigrasi.

Hal itu dibenarkan Kepala Humas Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM Agung Sampurno. Dia menerangkan pencekalan itu berlaku untuk 20 hari ke depan terhitung sejak 22 Juni 2017 Hary Tanoe tak bisa ke luar negeri

Sementara itu, Hotman Paris Hutapea, pengacara Hary Tanoe, menganggap penetapan tersangka kliennya bermuatan politis.

Menurut Hotman, isi SMS Hary ke Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto itu sama sekali tidak mengandung unsur ancaman.

“Isi SMS Hary Tanoe bersifat umum dan idealis, dan tidak mengancam seseorang,” ujar Hotman Paris dalam keterangan persnya.

Hotman mempertanyakan sangkaan Pasal 29 Undang-Undang tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) mengenai ancaman melalui media elektronik.

Dalam pasal tersebut disebutkan, ancaman yang dimaksud memiliki unsur kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara khusus kepada pribadi tertentu.

Terkait dugaan kasus itu, Hary Tanoesoedibjo (HT)  sudah membantah dirinya melakukan pengancaman terhadap jaksa Yulianto.(*)

Komentar

Berita Terbaru