oleh

HUT RI ke 72, Wabup dan Sekda Atam Kunjungi SLB Pembina

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Wakil Bupati (Wabup) Aceh Tamiang Drs Iskandar Zulkarnain, MAP merasa kagum kepada siswa/i Sekolah Luar Biasa (SLB) Pembina karena telah mampu mengukir prestasi ditengah keterbatasannya sebagai kelompok difabel atau disabilitas.

Wabup dalam kegiatan Anjang Sana di SLB Pembina Aceh Tamiang usai upara peringatan hari kemerdekaan RI ke 72 mengatakan, Mungkin kami dengan kondisi fisik normal-pun tidak mampu seperti mereka dalam bermain musik.

“Artinya Kelebihan yang mereka miliki tidak ada sama kita. Kalian harus bangga dengan keahlian yang dimiliki itu tidak ada sama orang lain,” terangnya dalam sambutan.

Selain itu, tutur Wabup, lulusan SLB tidak perlu minder dan berkecil hati karena saat ini siswa/i SLB sudah diterima bila ingin menjadi pegawai negeri sipil (PNS) sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Akan tetapi pada saat ini masih banyak masyarkat terutama yang tinggal diperkampungan masih malu menyampaikan ada keluarganya yang mengalami keterbatasan fisik maupun mental (difabel) kepada pemerintah sehingga terlambat ditangani.

“Kalau dari awal sejak usia muda bisa kita didik dan latih, tentunya tidak perlu harus menunggu usianya sampai puluhan tahun baru masuk SLB. Jika di SLB ini tidak mampu maka akan dialihkan ke SLB Banda Aceh atau yang ada dipusat,” sambungnya.

Iskandar Zulkarnain juga menyinggung sejumlah keberadaan aset milik provinsi yang ada di Aceh Tamiang belum bisa dimaksimalkan. Pasalnya, aset berupa Gedung Panti Asuhan, Islamic Center, Kampus Poli Teknik dan Gedung Kesenian belum diserahterimakan oleh pemkab Aceh Tamiang.

Kegiatan Anjang Sana dalam rangka HUT RI 17 Agustus 2017 di Kompleks SLB Pembina Atam yang berlokasi di Desa Kota Lintang, Kecamatan Kota Kuala Simpang tersebut Wabup Iskandar Zulkarnain didampingi pejabat teras Aceh Tamiang diantaranya, Sekda Aceh Tamiang Ir Razuardi Ibrahim, MT, Asisten III Riyanto Waris, Kadis Pendidikan, Ikhwanuddin, sejumlah Kepala SKPK serta Camat Kota Kuala Simpang, Aulia.

Wabup secara simbolis memberikan bantuan sosial berupa bingkisan sembako diantaranya, beras, minyak goreng kemasan, gula pasir dan lainnya kepada pihak SLB Pembina untuk keperluan anak-anak SLB yang menginap di asrama.

Para pejabat pemda Atam ini dihibur dengan musik band yang digawangi anak-anak SLB. Dengan piawai, mereka membawakan sejumlah lalu bertema kebangsaan ciptaan mereka sendiri. Meskipun dengan peralatan musik seadanya, mereka berhasil memukau rombongan Anjang Sana. Bahkan Sekda Razuardi MT sempat menyumbangkan sebuah lagu berduet langsung dengan siswa SLB.

Kepala SLB Pembina Aceh Tamiang, Muttaqim, MPd kepada awak media mengatakan, saat ini fasilitas dari TK hingga SMA di SLB Pembina sudah layak dan cukup. Untuk tingkat SMA sebanyak 9 kelas, SMP 12 kelas, SD, 24  kelas dan TK, 2 kelas dengan jumlah murid sebanyak 220 orang dan 30 persen dari mereka tinggal di asrama kompleks.

“Selama ini alumni SLB Pembina sudah ada yang mandiri bahkan jadi PNS. Namun kebanyakan dari mereka lebih ahli berwiraswasta,” akunya.

Muttaqim menyebutkan, SLB Pembina Acah Tamiang berdiri sejak 2003 masih status sekolah swasta dan mulai 2006, SLB ini berubah menjadi negeri. Namun kendala yang dihadapi sekarang yaitu, dari 57 guru pengajar hanya 13 orang yang berstatus PNS, selebihnya masih guru tenaga bakti.

Murid SLB Pembina secara berturut pernah mengukir prestasi juara 1 tingkat nasional dengan rincian 2010 dan 2012 (loba Sains), 2013 (lomba Nyanyi Solo) dan pada 2014 (lomba Kursi Roda). Pada bulan September tahun ini pihak SLB Pembina akan memberangkatkan lima orang murid-nya mengikuti lomba Seni dan MTQ di Surabaya (dua orang) dan pada bulan Oktober 2017 mengikuti lomba cabang olah raga (Cabor) di Medan, Sumut (tiga orang).

Terhadap anak didik yang memiliki bakat bermusik akan terus belajar dan dilatih agar lebih baik lagi dalam bermain musik dan menciptakan lagu-lagu baru.

“Mereka juga akan mengeluarkan album ciptaan mereka sendiri, dan kami berharap lagunya bisa launching tahun ini. Mereka juga ingin dibutuhkan seperti yang lain,” imbuhnya.

Komentar

Berita Terbaru