oleh

Idrus Marham Mundur Setelah Terima Surat Tersangka dari KPK

PENANEGERI, Jakarta – Mensos Idrus Marham mengundurkan diri seusai menerima Surat Penyidikan dari KPK.

Idrus Marham menyatakan diri mundur dari jabatan Menteri Sosial karena tersangkut kasus hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Politikus Partai Golkar ini mengaku telah menerima surat pemberitahuan penetapan dirinya sebagai tersangka kasus suao proyek PLTU Riau-1.

Surat penetapan tersangka dari KPK diterima Idrus pada Kamis 23 Agustus 2018. “Sudah (diterima) kemarin sore, kan atas dasar itu saya mengundurkan diri,” ujar Idrus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/8/2018).

Idrus Marham mengatakan mundur dari Kabinet Kerja Jokowi-JK karena ingin berkonsentrasi terhadap kasus hukumnya di KPK. Ia sudah tiga kali diperiksa KPK sebagai saksi kasus proyek PLTU Riau-1.

“Tadi menyampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral saya. Maka saya mengajukan permohonan diri sebagai Mensos,” ujar Idrus.

Ada beberapa alasan yang menyebabkan Idrus harus mundur sebagai Mensos. Pertama, kata dia, untuk menjaga kehormatan Presiden Jokowi. Pasalnya selama ini Presiden Jokowi memiliki komitmen tinggi dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Itu yang ingin saya jaga,” katanya.

Alasan kedua, lanjut Idrus ingin dirinya tidak menjadi beban bagi Presiden Jokowi. Sehingga tidak menganggu konsentrasi Presiden Jokowi dalam menjalankan tugas-tugasnya.

“Jadi kalau misalnya saya tersangka dan masih (jadi menteri) kan tidak etis, dan secara moral tidak bisa diterima,” katanya.

Sementara, alasan ketiga karena sebagai warga yang taat hukum. Idrus mengaku menghormati proses hukum yang saat ini dilakukan oleh KPK. Oleh sebab itu alasan mundur juga ingin fokus terhadap kasus yang ia hadapi di KPK.

“Saya ingin berkonsentrasi yang mengikuti proses hukum yang ada di KPK, sesuai aturan yang ada dan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (*/oke)

Komentar

Berita Terbaru