oleh

Idul Fitri 1438 H, 83 anggota ISIS Level Rendahan dapat Ampunan di Raqqa

PENANEGERI, Desk Internasional – Dewan Sipil Raqqa (The Raqqa Civilian Council), yang dibentuk oleh Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces ), telah mengampuni sebanyak 83 orang anggota ISIS/ISIL level rendahan, atau dengan pangkat rendahan yang telah ditangkap.

Proses pemberian amnesti atau ampunan ini adalah dalam apa yang dikatakannya sebagai isyarat niat baik yang dirancang untuk meningkatkan stabilitas saat pasukan SDF yang dipimpin Kurdi, untuk melanjutkan perjuangan merebut kembali Kota tersebut dari kelompok ISIS/ISIL.

Dewan Sipil Raqqa tersebut, yang diperkirakan akan memerintah Raqqa setelah ISIS/ISIL dieliminasi di Kota itu, mengatakan pada hari Sabtu (24/6) bahwa para anggota ISIS yang diampuni “adalah anggota dengan peringkat rendah dan tidak terlibat dengan kekerasan.”

Anggota yang termuda dari tahanan yang diampuni adalah berusia 14 tahun, menurut kantor berita Reuters.

Mereka para tahanan ini dibawa ke markas besar Dewan Kota Raqqa di desa Ain Issa, sebelah utara.

Amnesti tersebut hampir bertepatan dengan hari raya Idul Fitri 1438 H- menandai berakhirnya bulan puasa Ramadhan untuk ummat Muslim, dan hanya diberikan pada anggota ISIS di level pangkat paling rendah yang telah menyerah.

Baca Juga  SDF Masih Kepung ISIS di Raqqa

Tapi ampunan tak akan diberikan bagi anggota ISIS berpangkat atau di level tinggi.

“Kami tidak akan pernah melepaskan pejabat senior Daesh atau siapapun yang memiliki darah di tangan mereka,” kata anggota dewan senior Omar Aloush kepada Reuters, menggunakan istilah ‘Daesh’ untuk kelompok ISIL/ISIS.

“Kami memberi kesempatan kedua bagi orang-orang ini,” kata Omar Aloush selaku Senior Dewan masyarakat Sipil Raqqa, menunjuk bagi ke- 83 orang anggota ISIS level rendah yang ditahan itu.

Berbicara di jalan di luar dewan, dia memberi tahu anggota ISIS/ISIL yang diampuni, beberapa di antaranya telah menyerah, dan bahwa mereka akan diintegrasikan ke dalam masyarakat dan diberi kesempatan untuk melanjutkan bersekolah di sekolah-sekolah yang ada.

Dewan Sipil Raqqa diharapkan bisa menjalankan kota pasca-ISIS. Pada bulan April, feminis Kurdi Layla Mohammed ditunjuk sebagai ‘co-head’ dewan yang didukung AS, dengan Mahmoud Shawakh al-Busran sebagai ketua bersama dari unsur Arab.

Dewan tersebut mencakup anggota suku Arab, Turkmen, dan Kurdi.

Beberapa anggota ISIS/ISIL muda usia, seperti Kays al-Hadi (17), memberikan penjelasan sederhana mengapa mereka bergabung dengan kelompok bersenjata tersebut.

Baca Juga  SDF Serbu ISIS di Raqqa

“Tidak ada peluang sebelum mereka tiba,” katanya, seperti dikutip kantor berita Reuters.

Sedangkan menurut anggota ISIS/ISIL lainnya, Abdel Rahman Kalas (43), yang bekerja di departemen ISIS/ISIL yang mengenakan pajak atas warga Setempat, mengatakan, “Saya memiliki tujuh anak, saya tidak punya pilihan selain bekerja sama mereka membayar saya $ 115 sebulan,” ujarnya.

Amnesti atau ampunan yang diberikan Dewan Sipil tersebut mungkin merupakan satu langkah kecil untuk meredakan ketegangan yang terjadi jauh di dalam Raqqa setelah tiga tahun masa pendudukan ISIS/ ISIL yang kejam, diikuti oleh perang berkepanjangan.

Pekan lalu, Pasukan Demokratik Suriah merebut distrik al-Baitara di kota Raqqa setelah bentrokan dengan ISIS. Pasukan SDF yang didukung AS sebelumnya menangkap distrik al-Mishlab, al-Sabahiya, al-Romaniya, dan Sinaa.

Ini terjadi setelah SDF meluncurkan sebuah operasi tempur besar-besaran untuk membebaskan kota Raqqa dari cengkeraman kelompok teror radikal ISIS/ISIL.

Raqqa telah dikenal sebagai ibu kota de facto Khilafah ISIS yang memproklamirkan diri sejak musim panas 2014 lalu.

Baca Juga  ISIS Hadapi Kekalahan Total di Raqqa

Pada tanggal 6 Juni, Pasukan Demokrat Suriah mengumumkan awal pertempuran besar untuk merebut kota tersebut. Aliansi Kurdi-Arab SDF telah mengepung Raqqa sejak November 2016, ketika aliansi yang didukung AS meluncurkan Operasi Euphrates Wrath.

Pada tanggal 13 April, Pasukan Demokrat Suriah meluncurkan fase keempat Operasi Euphrates Wrath melawan ekstremis ISIS/ISIL untuk membersihkan desa utara Raqqa.

Selama fase pertama Euphrates Wrath, yang dimulai pada tanggal 6 November 2016, SDF membebaskan sekitar 560 km² wilayah di Raqqa Utara.

Pada tanggal 10 Desember 2016, SDF meluncurkan fase kedua dari Euphrates Wrath, di mana operasi militer ini dapat merebut kembali wilayah seluas lebih dari 2.500 km² di Raqqa Barat.

Pada tanggal 4 Februari 2017, Pasukan Demokrat Suriah meluncurkan fase ketiga Operasi Euphrates Wrath, dan membebaskan puluhan desa di Raqqa Timur dari para pendudukan ISIS.

Operasi perang tersebut pada akhirnya bertujuan untuk membebaskan kota tersebut dari para ekstremis teror ISIS. Suriah telah terkunci dalam perang sipil multi-sisi selama lebih dari enam tahun yang melibatkan kekuatan regional dan sebuah koalisi pimpinan AS. (*)

Komentar

Berita Terbaru