oleh

Idul Fitri 1438 H, Idul Fitri pertama di Mosul Tanpa Teror ISIS

PENANEGERI, Desk Internasional- Warga kota Mosul, Irak merayakan hari raya Idul Fitri 1438 H ini sebagai hari raya Idul Fitri  pertama mereka yang bebas dari cengkeraman kelompok teror ISIS/ISIL pada hari Minggu (25/6) setelah Kelompok teror ISIS/ISIL dipaksa keluar dari sebagian besar kota Mosul, dan warga sipil berharap pertempuran untuk merebut kembali wilayah yang tersisa akan segera berakhir.

Namun perayaan Idul Fitri di Mosul masih dibayangi oleh penghancuran menara miring bersejarah Masjid agung Al-Nuri, yang diledakkan oleh Kelompok Teror ISIS/ISIL pada hari Rabu (21/6) lalu, dan juga masih adanya rasa ketakutan dari ribuan warga sipil yang terjebak di Kota Tua di Mosul barat yang masih berada di bawah kendali Kelompok teror ISIS/ISIL.

“Itu tidak akan menjadi Idul Fitri sebelum kita kembali ke rumah,” kata seorang pria berusia 60-an, yang mengungsi dari sisi barat kota, melintasi sungai Tigris, tempat pertempuran terus berlanjut, seperti dilansir kantor berita Reuters, (25/6).

Beberapa orang warga sipil Mosul menyatakan kesedihan atas penghancuran masjid Grand al-Nuri berusia 850 tahun dan menara miring (Leaning Minaret) setinggi 150 kaki (45 meter).

Baca Juga  Jelang Idul Fitri Bom Bunuh Diri Hantam Distrik Perbelanjaan Kota Mosul

Pasukan pemerintah Irak telah merebut sisi timur dari wilayah Mosul yang tadinya didudki ISIS/ISIL pada bulan Januari 2017, setelah 100 hari pertempuran, dan mulai menyerang sisi barat pada bulan Februari 2017.

Kelompok ISIS/ISIL sekarang dalam kondisi terkepung di Kota Tua Mosul.

Pasukan Tentara Pemerintah Irak juga mencatatkan sejumlah keberhasilan operasi militer mereka di Mosul.

“Karena kekuatan heroik kita lebih dekat untuk mengumumkan kemenangan akhir atas geng Daesh (ISIS/ISIL), saya mengucapkan selamat yang paling tulus untuk Idul Fitri,” kata Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi dalam sebuah pernyataan, Minggu (25/6).

Sebuah koalisi internasional yang dipimpin A.S. memberikan dukungan serangan udara dan darat dalam serangan delapan bulan untuk mengusir Kelompok Teror ISIS/ISIL dari Mosul di Irak.

Sekitar 350 anggota kelompok ISIS/ISIL, sebagian besar dari mereka adalah orang-orang asing non-Irak, masih berusaha mempertahankan benteng mereka yang tersisa di Kota Tua Mosul yang padat penduduknya, kata seorang jenderal Irak, pada hari Minggu (25/6). Dia mengharapkan pertempuran untuk merebut Mosul secara tuntas akan berakhir dalam hitungan hari. (*)

Komentar

Berita Terbaru