oleh

IKAT Langsa Dukung Sikap Politik TGB

-Aceh, Politik-50 views

PENANEGERI, Langsa – Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Kota Langsa, mendukung dan mengapresiasi penuh sikap politik Ketua Ikatan Alumni Al-Azhar Indonesia (IAAI) Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. Kh. Zainul Majdi, LC, MA yang mendukung kepemimpinan Presiden Joko Widodo untuk dua periode.

“Pernyataan TGB terkait dukungannya terhadap kepemimpinan presiden Joko Widodo dua periode, merupakan sikap politik seorang tokoh yang perlu diapresiasi. Kita menyakini sikap politik tersebut diambil dengan berbagai pertimbangan yang sangat matang demi kemaslahatan negara kedepan, jadi kita selaku alumni timur tengah baik yang bernaung dibawah IKAT maupun IAAI harus menghormati sikap politik ketua nasional ini,” sebut Ketua IKAT Langsa H. Fachrurrazi, LC, MA, Senin (9/7).

Ia menjelaskan, sikap politik yang disampaikan oleh TGB secara terbuka ini, bukanlah sikap politik prakmatis yang dikeluarkan untuk situasi tertentu. Namun sangat diyakini dan percaya, bahwa keputusan itu merupakan keputusan yang sudah diijtihadkan secara sungguh-sungguh.

Apalagi, katanya, kita tahu bahwa sosok TGB memiliki kapasitas untuk menentukan sikap politiknya,bukan hanya sebagai ulama, tapi juga sebagai seorang umara (pemimpin-red) yang telah membuktikan diri bekerja demi rakyat dan negara dengan menjadikan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai provinsi yang berkembang pesat dengan berbagai macam kebijakan dan pembangunan.

Baca Juga  Berduaan dengan Wanita, Kepala Bappeda Langsa Diamankan Warga

“Dengan melihat berbagai prestasi beliau baik dalam keilmuan dan kepemimpinan, maka sudah menjadi keharusan kita selaku alumni timur tengah khususnya dan masyarakat indonesia secara umum untuk menauladani dan mendukung keputusan yang disampaikan TGB. Jangan sampai kita disusupi dan di pecah belah demi kepentingan sebagian kecil kelompok yang ingin berkuasa,” ungkap Fachrurrazi.

Sambungnya, khusus bagi alumni timur tengah, kita harus dapat melihat persamaan sekecil apapun yaitu satu almamater dan alumni. Jangan sampai gara-gara perbedaan sikap politik kita mengorbankan persamaan-persamaan yang lainnya.

“Ketika sikap nahkoda yang telah kita percayai untuk memimpin berbeda dengan keinginan masing-masing, disitulah para alumni harus bisa menentukan sikap untuk tetap mendukung dan mempercayai keputusan yang diambil oleh nahkoda kita,” pungkas Fachrurrazi.

Komentar

Berita Terbaru