oleh

Ini 5 Ritual Bagi Wanita yang Masih Berlangsung Hingga Saat Ini

PENANEGERI, Budaya – Definisi kata “ritual” dalam kamus besar bahasa Indoensia adalah sebuah proses dari upacara keagamaan maupun khidmat dan juga memiliki berbagai rangkaian mengenai tindakan dan telah dilakukan pas dengan perintah yang sudah ditentukan.

Istilah ini memang mungkin sudah terdengar bagus, namun apabila Anda lihat dari berbagai macam ritual budaya yang saat ini masih berlaku di seluruh dunia akan terkejut dan juga banyak menggunakan wanita di dalamnya.

Meskipun kini berada di era yang tergolong modern, namun pada kenyataannya masih banyak temuan yang cukup memprihatinkan dan dianggap brutal. Perlakukan ini dilakukan pada kaum hawa yang mana telah dianggap sebagai hal wajar untuk diterima di berbagai negara. Ada banyak sekali ritual adat budaya yang hingga kini masih dipraktikkan. Dihimpun Penanegeri.com dari berbagai sumber, berikut macam ritual bagi wanita  yang masih berlangsung hingga saat ini.

Sunat pada Wanita di Uganda

Di negara Uganda, kaum Hawa yang lahir dan berasal dari suku Sabiny akan mengalami paksaan agar mau untuk menghilangkan sebagian bahkan juga seluruh klitorisnya. Tradisi ini telah jadi lambang dari sebuah pencapaian kewanitaan. Tentunya adanya praktik ini jadi sebuah proses yang bahaya dan bisa menjadi penyebab dari kematian yang diakibatkan oleh infeksi .

Meskipun bahaya kematian mengancam hidup para wanita, namun mereka juga tetap percaya bahwasanya ritual ini merupakan cara yang penting untuk dilakukan. Wujud sebuah kesetiaan seorang wanita untuk pria atau pasangannya.

Menangis Sebelum Melakukan Pernikahan dari Tiongkok

Ritual menangis sebelum menikah dipraktikkan oleh masyarakat Tujia yang berada di Provinsi Sichuan, Tiongkok. Para calon pengantin wanita dianjurkan untuk menangis pada saat malam hari dengan waktu sebulan penuh sampai tiba waktu pernikahannya. Para orang tua mempelai wanita mempercayai bahwa tetangga nantinya akan memberikan pandangan rendah pada pengantin serta akan tertawa jika pihak wanita tidak melakukan ritual ini.

Jika suda melewati waktu 10 hari dengan menangis sendirian, kemudian ibu dari mempelai wanita akan segera ikut serta dengannya lalu setelah 10 hari lagi disusul dengan sang nenek. Bahkan saudara, sepupu wanita serta tante juga dianjurkan untuk bergabung dengan segera hingga waktu hari pernikahan telah tiba.

Penculikan di Eropa

Hal ini pada dasarnya memang terlihat dan juga terdengar sangat aneh, sebab penculikan memang sudah dianggap sebagai suatu tindakan kejahatan.

Namun, diantara orang Gipsi dengan basis di Eropa meyakini jika ada seorang pria yang menculik wanita yang disukainya dengan kurun waktu selama 3 hingga 5 hari maka mempunyai hak untuk segera menikahi pihak perempuan.

Pemukulan di Brasil

Diberbagai daerah yang ada di Brasil, wanita mengalami pemukulan di jalanan dan ini jadi salah uji coba atau tes agar bisa segera menikah.

Wanita diculik dan yang lebih parah terkadang juga disuruh telanjang di depan umum yang mana selanjutnya dia akan dipukuli. Tentu saja, banyak sekali kasus tentang kematian yang disebabkan tradisi ritual sakit ini.

Tato Paksa di Brasil dan Paraguay

Di beberapa daerah yang terletak di Brasil serta Paraguay, ada beberapa wanita yang mengalami paksaan untuk bisa memperoleh tato yang ada di punggung mereka, bagian payudara hingga bagian perut.

Tentunya banyak yang mempertanyakan kegunaan dari ritual ini. Beberapa orang bahkan juga mempercayai bahwa ritual ini akan menjadikan seorang wanita lebih menarik bagi para pasangannya.

Meskipun jaman sekarang semua sudah modern namun semuanya memang tetap kalah dengan adanya tradisi. Meskipun terkesan aneh hal ini tetap wajib diterapkan pada daerah yang mempercayainya.

 

Komentar

Berita Terbaru