oleh

Ini Maklumat Forkopimda Langsa Selama Ramadhan

PENANEGERI, Langsa – Demi menjaga kesucian selama bulan Ramadhan 1439 H, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Langsa mengeluarkan beberapa maklumat bersama.

Maklumat bersama itu ditanda tangani oleh Walikota Langsa, Usman Abdullah, SE, Kapolres Langsa, AKBP Satya Yudha Prakasa, SIK, Dandim 0104 Aceh Timur, Letkol Inf Muhammad Iqbal Lubis, Ketua DPRK Langsa Burhansyah, SH dan Kajari Langsa R Ika Haikal, SH, MH serta Ketua MPU kota Langsa Dr H Zulkarnaen, MA.

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Drs H Ibrahim Latif, MM, kepada Penanegeri.com, Jumat (4/5) menuturkan, dalam maklumat itu, Forkopimda mengimbau selama bulan suci Ramadhan, pedagang makanan siap saji dilarang berjualan pada siang hari dan baru diperbolehkan pada pukul 15.30 WIB.

Selain para pedagang, kepada warga non muslim agar dapat menghormati umat muslim yang menjalankan ibadah puasa dengan tidak makan, minum dan merokok pada tempat-tempat terbuka.

Begitupun juga, kepada pengelola hiburan, warnet/play station, game zone dan sejenisnya harus tutup total dan kepada semua usaha dagang, toko serta lain sejenisnya harus menutup usahanya sepuluh menit sebelum adzan Shalat Maghrib dan dapat dibuka kembali setelah Salat Tarawih,” jelasnya.

Baca Juga  Pemko Langsa Launching Buku UMARA

Pemilik hotel, penginapan, losmen dan rumah- rumah kos dilarang keras menerima tamu yang tidak memiliki identitas pengenal yang sah dan yang bukan pasangan suami istri. Pedagang dan warga masyarakat dilarang keras menjual, menyediakan, mengedar, membakar mercon/petasan dan lain sejenisnya baik di siang hari maupun dimalam hari.

Kemudian, warga masyarakat baik muslim atau non muslim untuk tidak menyediakan fasilitas judi, main batu domino, joker, sabung ayam dan judi bentuk lainnya.

Kepada umat muslim diharapkan dapat melaksanakan ibadah puasa dengan penuh khidmat dan memakmurkan masjid, meunasah dengan shalat fardhu, shalat terawih berjamaah, menghidupkan majelis ta’lim dan tadarus Al Quran.

Bagi siapapun yang melanggar maklumat yang telah muspida pasti dikenakan sanksi sesuai dengan Qanun syariat Islam dan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku, “tandas Ibrahim Latif.

Komentar

Berita Terbaru