oleh

Ini Penjelasan BMKG soal Gempa di Kota Langsa

PENANEGERI, Langsa – Kota Langsa dan sekitarnya, diguncang gempa bumi tektonik, Kamis (27/9) sekitar pukul 00.51 WIB.

Kepala Statiun Geofisika Mata Ie Banda Aceh, Eridawati kepada Penanegeri.com, Kamis (27/9) menjelaskan, hasil analisis pemutakhiran BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki kekuatan 5,1 Skala Richter (SR). Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,58 LU dan 97,81 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 21 km arah barat laut Kota Langsa, pada kedalaman 10 km.

Kemudian, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, merupakan jenis gempa bumi tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang terjadi akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar naik (Thurst Fault).

Dampak gempa bumi berdasarkan Peta Tingkat Guncangan (Shakemap BMKG) dan laporan dari masyarakat menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di daerah Langsa dalam skala intensitas II SIG-BMKG (III-IV MMI). Selain itu juga dirasakan juga di Takengon, Medan dan Kabanjahe dengan intensitas I SIG-BMKG (II MMI).

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi Tsunami,” ujarnya.

Hingga pukul 01.25 WIB, sambungnya, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 2 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru