oleh

Ini Penjelasan Bupati Bireuen Terkait Edaran Standarisasi Warung

PENANEGERI, Bireuen – Menanggapi terkait edaran ketentuan dan standarisasi warung, kafe dan restoran yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Bireuen.

Bupati Bireuen, H Saifannur, S.Sos kepada awak media, Rabu (5/9) menjelaskan, tujuan pihaknya menerbitkan surat edaran standarisasi warung, kafe, dan restoran tersebut sebagai bentuk dakwah serta sosialisasi.

“Tujuannya pengelola warung, kafe, dan restoran mengetahui,  memahami bagaimana mengelola warung, dan tidak melanggar syariat Islam, indah, bersih banyak pengunjung,” kata Saifannur.

Disinggung poin tentang larangan wanita non muhrim duduk di kafe hingga larut malam, Saifannur mengatakan, dulu suasana malam di Bireuen terutama di warung-warung tidak ada perempuan, tapi sekarang banyak remaja putri yang berada di warung dan kafe-kafe hingga larut malam.

“Kalau kita lihat, kesannya tidak bagus. Selama ini banyak remaja putri di kafe-kafe pada malam hari, bahkan tidak bagus bila ia duduk bukan dengan mahramnya,” terangnya.

Tapi, tambah Saifannur bila dengan mahramnya sendiri, silakan saja dan suatu hal yang baik, apa lagi bersama keluarga.

Dalam hal ini, Saifannur juga menegaskan, surat edaran standarisasi tersebut bersifat dakwah, dan merupakan sebuah sosialisasi berdasarkan hasil rumusan bersama dengan MPU Bireuen.

“Aceh dan Bireuen khususnya adalah daerah bersyariat Islam, tentunya Pemerintah Bireuen wajib melakukan sosialisasi dakwah agar semuanya berjalan sesuai Syariat Islam,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru