oleh

Ini Penjelasan H Jamaluddin Terkait Pengembangan Lahan Eks PJKA Bireuen 

PENANEGERI, Bireuen – Menanggapi pemanfaatan lahan eks PT Kerata Api Indonesi (KAI) di Jalan Hamzah Bendahara, pusat Kota Bireuen yang tidak memberikan kontribusi untuk daerah.

H Jamaluddin A Gani yang merupakan pengusaha dan telah menyewa lahan dari PT KAI kepada wartawan melalui seluler, Kamis (27/9) menjelaskan, dirinya telah menyewa dari PT KAI sejak 2008 dengan batas waktu 25 tahun, hingga 2033 akan tetap memenuhi semua kewajiban sesuai ketentuan.

“Kita tetap patuh, memenuhi semua kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku, saat membangun pertokoan di lahan PT KAI, kawasan Jalan T Hamzah Bendahara, Bireuen,” katanya.

Nemun Ia tak sependapat, kalau ada yang mengatakan, dengan pembangunan toko di kawasan itu tidak mendapat pemasukan atau keuntungan untuk daerah, dengan alasan, lahan itu dimanfaatkan secara pribadi dan tidak melibatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen.

“Kalau kita lihat tetap ada pemasukan untuk daerah. Selain pajak dan segala kewajiban lainnya, kami tetap membayar di sini,” terangnya.

Selanjutnya, bila pertokoan itu sudah selesai dibangun, seluruhnya disewakan untuk masyarakat di Bireuen, sehingga akan mendongkrak perekonomian masyarakat serta akan menambah pemasukan untuk Pemkab Bireuen.

Diakui Haji Jamaluddin, penyewaa lahan dari PT KAI sekitar 25 tahun hingga tahun 2033 mendatang. Sementara arah lahan di bagian timur depan Pendopo Bireuen itu telah dibangun pertokoan, sesuai Izin Mendirikan Banguan (IMB) yang dimilikinya.

“Sementara arah bagian barat, selama ini belum dapat dimanfaatkan dan ditunda dulu pembangunannya, kerena lahan tersebut masih dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat berjualan,” akunya.

Selama ini, sambung H Jamaluddin, lahan itu telah disewanya dari PT KAI dengan uang pribadi, tentu dirinya berhak memanfaatkannya secara pribadi juga, dengan tetap mentaati segala aturan yang berlaku dalam pendirian bangunan.

“Masalah IMB-nya telah kami miliki sejak sepuluh tahun lalu, termasuk lahan yang akan kami bangun sekarang, IMB-nya satu dengan pertokoan di sebelah timur yang telah dimanfaatkan. Kalau IMB  sekaranng hanya menunggu direvisi saja,” terangnya.

Dalam hal ini, lanjut Haji Jamaluddin, Pemkab Bireuen tahu persis terkait lahan tersebut dan telah lama disewakannya dari PT KAI secara sah. Bila saat ini akan dilanjutkan lagi pembangunan pertokoan di sisa lahan itu, tentunya tidak perlu dipermasalahkan.

Diberitakan sebelumnya, belakangan pemanfaatan lahan eks PT Kerata Api Indonesi (KAI), di Jalan Hamzah Bendahara, pusat Kota Bireuen diduga mengarah demi kepentingan dan menguntungkan pribadi pengusaha, dan tak memberikan kontribusi untuk daerah.

Hal itu dikatakan Ketua Komisi D DPRK Bireuen, Dahlan ZA didampingi Koordinator Komisi D, Drs Muhammad Arif yang juga Wakil  Ketua DPRK kepada wartawan, di kantor dewan setempat, Kamis (27/9).

Komentar

Berita Terbaru