oleh

Ini Perubahan Trend Fashion Wanita dari Masa ke Masa

PENANEGERI, Fashion – Perkembangan fashion wanita dari masa ke masa selalu menarik untuk diikuti. Tren dalam berbusana bukan hanya menggambarkan kepribadian dari penggunanya saja.

Lebih dari itu, mode dan tren yang berlaku pada zaman tertentu juga dapat menggambarkan kondisi sosial pada masa tersebut. Setiap dekade, fashion wanita selalu berubah mengikuti perkembangan zaman dan kondisi serta norma yang berlaku.

Tahun 1920-an

Invasi dunia fashion berawal pada tahun-tahun ini. Jika sebelumnya, para wanita masih setia dengan gaya berpakaian ala Victorian Style yang identik dengan gaun lebar dan korset berlapis-lapis.

Di tahun 1920-an ini, para wanita sudah mulai meninggalkannya dan beralih pada pakaian yang lebih praktis dan lebih longgar. Gaun yang dipakai pun sudah berpotongan lurus dan low-waisted.

Tahun 1930-an

Satu dekade setelahnya, saat ekonomi Amerika tengah melemah dikarenakan keadaan sosial dan politik disana, gaya berbusana yang menonjol saat itu adalah pakaian yang lebih longgar dengan bahan kain yang lebih tebal, termasuk gaun dengan jahitan ketat pada bagian pinggang dan membentuk lekuk tubuh.

Tahun 1940-an

Pada tahun 1940-an, setelah Perang Dunia II, muncullah produk-produk kain sintetis seperti nilon dan stocking. Nuansa warna baju yang menonjol saat itu adalah warna-warna gelap seperti hitam, Navy, coklat hingga hijau kehitaman.

Trend ikat kepala juga menjadi trend  di kalangan para pekerja wanita dan ditiru oleh wanita dari masyarakat biasa.

Tahun 1950-an

Pada tahun 1950-an, garment dari bahan-bahan sintetis mulai diperkenalkan dan mempengaruhi gaya berbusana glamour ala tahun 1920-an meski tidak terlalu kental. Fashion para gadis pada tahun 1950-an juga dipengaruhi oleh artis cantik Marilyn Monroe yang sering tampil sensual.

Tahun 1960-an

Di dekade ini, muncullah istilah “Futurismo” dalam dunia fashion yang dipengaruhi oleh invasi teknologi yang kian maju. Pada tahun 1960-an inilah juga lahir gaya berbusana ala hippies (bohemian style) yang ditengarai akibat kondisi politik dunia yang kian panas akibat terbunuhnya presiden AS kala itu John F. Kennedy hingga perang Vietnam.

Tahun 1970-an

Gaya berbusana ala hippies masih cukup populer dan mulai muncul ke permukaan, ditambah dengan gaya busana ala anak-anak disco pop yang mencirikan nuansa berbusana yang ceria dan nyentrik, seperti terlihat pada pemakaian celana hot pants maupun cut bray.

Tahun 1980-an

Pada akhir tahun 1970-an hingga awal 1980-an, muncullah gerakan Punk di Inggris yang juga kemudian membawa pengaruh dalam dunia fashion. Fashion disco pop dan punk juga bertahan hingga tahun 80-90-an ditambah dengan kemunculan aliran New Wave yang dinilai lebih layak daripada Punk.

Tahun 1990-an

Musik grunge dan modern pop menjadi ikon di era 90-an dan mempengaruhi gaya berbusana para wanita pada masa tersebut. Gaya berpakaian tomboy pun menjadi booming. Lebih dari itu, pemakaian motif dan warna-warna yang lebih menonjol juga menjadi ciri khas gaya berbusana wanita pada zaman tersebut.

Tahun 2000-an

Barulah pada awal tahun 2000-an, dimana era milenium lahir, pemakaian warna-warna dan model yang futuristik menjadi andalan trend fashion wanita pada kala itu. Namun, menjelang pertengahan 2000-an, gaya tersebut mulai ditinggalkan dan tergantikan dengan style gothic dan emo.

Setelah tahun 2010, kebebasan berekspresi mulai diterapkan pada trend fashion yang berlaku. Hal inipun semakin ditunjang dengan kemudahan teknologi. Sayangnya, tak ada ciri khusus dalam tren dan mode di dekade ini.

Komentar

Berita Terbaru